Aktivis Saudi Stroke Pasca Diracun dalam Penjara

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang juru kampanye pro-demokrasi Saudi dilaporkan menderita stroke yang mengancam jiwa setelah dengan sengaja diracun oleh otoritas rezim di penjara dengan keamanan maksimum di selatan ibukota Riyadh.

The Prisoners of Conscience, sebuah organisasi non-pemerintah independen yang mengadvokasi hak asasi manusia di Arab Saudi, mengumumkan dalam sebuah postingan di halaman Twitter resmi mereka, bahwa Sheikh Muhammad bin Dalim al-Qahtani, seorang pemimpin Partai Umma Islam, menderita kondisi medis serius setelah ia dengan sengaja diracun di Penjara al-Ha’ir.

Postingan tersebut menambahkan bahwa Qahtani telah dipindahkan ke Rumah Sakit al-Iman di Riyadh, dan tampaknya dalam kondisi kritis.

Baca: Pengamat: Normalisasi Saudi-Israel Setelah Pemilu AS

Aktivis mengatakan juru kampanye pro-demokrasi Saudi itu telah mengirim pesan suara kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman sehari sebelumnya, memprotes perannya dalam kampanye penindasan mengerikan yang sedang berlangsung di negara itu.

Pada September 2019, apa yang disebut Pengadilan Kriminal Khusus di Riyadh menghukum Qahtani, penentang setia rezim Al Saud dan bin Salman, dengan hukuman lima tahun penjara dan memberlakukan larangan perjalanan 10 tahun padanya.

Baca: Anggota Parlemen dan Pengacara Inggris Selidiki Hilangnya Pangeran dan Mantan Putra Mahkota Saudi

Pada hari Kamis, Human Rights Watch (HRW) mendesak komunitas internasional agar memberikan suara menentang upaya Arab Saudi menduduki kursi di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dengan menyatakan bahwa kerajaan telah melakukan “pelanggaran HAM besar-besaran” baik di dalam maupun luar negeri.

Kelompok yang berbasis di New York itu memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa Arab Saudi terus menargetkan para aktivis hak asasi manusia dan pembangkang politik, termasuk aktivis hak-hak perempuan, dan lainnya yang telah ditahan dan didakwa secara sewenang-wenang. (ARN)

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.