NewsTicker

Realitas Tragis Perempuan dan Anak Yaman akibat Blokade dan Pemboman Saudi

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan yang dirilis oleh Entesaf Organization for Woman and Child Rights mengungkap realitas tragis perempuan dan anak-anak di Yaman setelah selama bertahun-tahun berada dibawah agresi dan pengepungan AS-Saudi.

Dalam laporannya yang dikutip Al-Masirah pada Senin (12/10), organisasi tersebut menyebutkan bahwa jumlah korban langsung dari perempuan dan anak yang terdokumentasi hingga tanggal sembilan Oktober tahun ini mencapai 13.074 jiwa.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa akibat dari agresi dari pengeboman langsung, ada sebanyak 5.183 perempuan tewas dan terluka, sedangkan jumlah korban serangan langsung terhadap anak mencapai 7.891, tewas dan luka-luka.

Baca: Menolak Lupa! Ngerinya Pembantaian Saudi di Aula Pemakanan Yaman

Bagaimanapun, mengenai jumlah korban, terdapat banyak organisasi yang melakukan penghintungan terhadap jumlah korban tewas dan terluka akibat pengepungan dan serangan koalisi dukungan AS ke Yaman. Sebagian angka menunjuk hingga jumlah 600.000 korban tewas dan terluka selama 6 tahun perang.

Disebutkan oleh Organisasi Entesaf bahwa ratusan fasilitas kesehatan yang peduli dengan perempuan dan anak-anak terancam ditutup sebagai akibat dari blokade berkelanjutan terhadap turunan minyak di lepas pelabuhan Hodeidah.

Organisasi itu menekankan bahwa bencana kemanusiaan besar terhadap perempuan dan anak-anak akan segera terjadi, karena koalisi agresi memperketat pengepungannya yang mencekik atas Rakyat Yaman dan mencegah masuknya turunan minyak serta bahan pokok untuk bertahan hidup warga Yaman.

Baca: PBB: Satu Anak Yaman Tewas Tiap 12 Menit

Di bidang pendidikan, organisasi Entesaf menunjukkan bahwa koalisi agresi telah membuat hampir dua juta siswa Yaman tidak bisa mengenyam pendidikan karena fasilitas pendidikan anak-anak ini dijadikan sasaran serangan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Organisasi tersebut merekomendasikan Kementerian Pendidikan untuk memperkuat peran pendidikan di sekolah negeri dan swasta serta tentang bagaimana menangani pendidikan yang terdampak pemboman oleh angkatan udara koalisi, dan peristiwa kriminal serupa.

Pihak berwenang menyerukan dukungan psikologis bagi perempuan dan anak-anak yang terkena dampak, menyerukan pembentukan komite pencari fakta yang independen dan efisien untuk menyelidiki metafora agresi dan membawa para pelakunya ke pengadilan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: