NewsTicker

Breaking News! Hacker Iran Retas 50 Website Terkenal AS

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Laporan terbaru yang beredar di platform media facebook maupun twitter mengatakan bahwa sejumlah Hacker Iran sekali lagi berhasil meretas 50 website populer milik Amerika Serikat dan memasang bendera Iran di website-website tersebut dengan sebuah pesan mengenai pembalasan keras (Hard Revenge).

Kelompok Hacker itu meninggalkan pesan berbunyi pembalasan keras tengah menanti, mengacu pada tindak kejahatan Amerika Serikat yang telah membunuh jenderal top Iran, Syahid Jenderal Qassem Solemani.

Dalam sebuah posting di halaman Twitter-nya pada bulan Juli, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengakui bahwa pembunuhan komandan Pasukan Quds Jenderal Soleimani, dan komandan pasukan Mobilisasi Populer Irak Abu Mahdi al-Muhandis, adalah atas perintah langsung darinya.

Baca: Komandan IRGC: Kami Akan Balas Semua Pejabat AS yang Terlibat Pembunuhan Soleimani

“Kedua negara Iran dan Irak akan membalas darah para martir dan tidak akan beristirahat sampai mereka menghukum para pelakunya,”ujarnya, menambahkan, “Pembalasan yang lebih keras adalah salah satu caranya.”

Mendiang Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, adalah tokoh penting dalam menumpas ISIS di Suriah dan Irak dan tokoh lapangan yang disegani dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel. Washington yang menjalankan kepentingan Israel menuduh Soleimani mendalangi serangan kepada pasukan AS di Irak.

Baca: Kesal 58 Situsnya Diretas dan Dipasangi Foto Soleimani, Otoritas AS Kejar Hacker Iran, Palestina

Pelapor khusus eksekusi ekstrayudisial kantor HAM PBB mengatakan pada bulan Juli lalu bahwa serangan pesawat tak berawak AS pada bulan Januari di Irak yang menewaskan jenderal top Iran Qassem Soleimani dan sembilan orang lainnya merupakan pelanggaran hukum internasional.

“Amerika Serikat telah gagal memberikan bukti yang cukup untuk membenarkan serangan terhadap konvoi Soleimani ketika meninggalkan bandara Baghdad,” kata Agnes Callamard saat itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: