Upaya Arab Saudi jadi Anggota Dewan HAM PBB Gagal Total

Upaya Arab Saudi jadi Anggota Dewan HAM PBB Gagal Total
Foto MbS dan Putin

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Arab Saudi gagal bergabung dengan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah sebuah organisasi non-pemerintah internasional meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menolak tawaran Riyadh.

Arab Saudi pada Selasa (13/10) hanya memenangkan 90 suara dari 193 suara yang diperlukan untuk memungkinkan mereka dapat bergabung dengan dewan 47 negara itu.

BACA JUGA:

Upaya gagal Riyadh untuk bergabung dengan dewan tersebut terjadi setelah Human Rights Watch (HRW) pada Hari Kamis mendesak para pemimpin dunia untuk memberikan suara menentang langkah itu.

Pemungutan suara hari Selasa kemarin menunjukkan betapa rusaknya reputasi internasional Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Kritikus telah lama mengecam catatan hak asasi manusia Riyadh. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang kerajaan telah menangkap ratusan aktivis politik yang dianggap sebagai musuh negara, menahan lebih dari selusin aktivis hak perempuan, dan melanjutkan eksekusi tahanan massal. Protes publik, partai politik, dan serikat buruh dilarang di kerajaan.

HRW menuduh Arab Saudi melakukan “pelanggaran hak besar-besaran,” dan menargetkan aktivis hak asasi manusia serta para pembangkang politik. Organisasi yang bermarkas di New York itu juga menyebut Riyadh sebagai “pelanggar HAM berkelanjutan” yang mengancam akan menarik dana bagi PBB untuk memaksa Badan PBB itu mengeluarkan Riyadh dari daftar tahunan pembunuh anak.

BACA JUGA:

Angka resmi menunjukkan lebih dari 7.200 anak telah terbunuh atau terluka dalam serangan yang dipimpin Saudi di Yaman sejak 2015, belum jumlah tidak resmi yang jauh lebih tinggi.

“Pelanggar HAM tidak boleh diberi tempat duduk di Dewan Hak Asasi Manusia,” kata Louis Charbonneau, direktur PBB di HRW. “Ini tidak baik untuk hak asasi manusia atau untuk dewan HAM sendiri ketika pelanggar hak asasi terburuk terpilih.”

Di antara tuduhan lainnya, HRW juga menyebut Arab Saudi bersalah atas pembunuhan dan mutilasi atas jurnalis terkenal Jamal Khashoggi di kedutaan kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018.

Sejak Maret 2015, ketika Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang dukungan Barat yang menghancurkan di Yaman, para peneliti Amnesty telah menyelidiki lusinan serangan udara dan berulang kali menemukan serta mengidentifikasi sisa-sisa amunisi buatan AS yang digunakan Saudi dan koalisinya. (ARN)

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.