Israel Setujui Pembangunan 2.166 Pemukiman Ilegal, Tak Sampai Sebulan Pasca Normalisasi

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – Entitas Zionis menurut laporan AFP telah menyetujui 2.166 unit pemukiman baru di seluruh Tepi Barat yang diduduki pada hari Rabu (14/10).

Persetujuan itu diberikan kurang dari sebulan setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan rezim pendudukan, yang sebagai imbalannya mengklaim akan membekukan rencana mereka mencaplok sebagian Tepi Barat.

Di bawah hukum internasional, pemukiman dianggap ilegal.

Baca: Utusan Israel di PBB: Aneksasi Tepi Barat Tetap di atas Meja

Sebuah rencana kontroversial Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu yang diresmikan pada bulan Januari memberi AS restu kepada entitas Zionis untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat, termasuk permukiman.

Trump melihat kesepakatan Teluk sebagai bagian dari penerapan lebih luas inisiatifnya yang dikenal dengan ‘Kesepakatan Abad Ini’.

Pada hari Selasa, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan kemenangan Trump akan menjadi bencana bagi rakyatnya, dan dunia pada umumnya. (ARN)

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.