Jurnalis Ceko Bongkar Cara Licik Erdogan Bangkitkan Kembali Kekaisaran Ottoman di Azerbaijan

Jurnalis Ceko Bongkar Cara Licik Erdogan Bangkitkan Kembali Kekaisaran Ottoman di Azerbaijan
Erdogan Turki dan Kekaisaran Ottoman

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM  Jurnalis Ceko, Marketa Kutilova, membenarkan bahwa rezim Recep Tayyip Erdogan menggunakan tentara bayaran atau teroris sebagai alat untuk mencapai impian ekspansionisnya daripada tentaranya.

Dia menjelaskan dalam komentar yang diposting di Facebook bahwa Erdogan merekrut dan mengirim tentara bayaran atau teroris dari tanah Suriah yang didudukinya ke Libya dan Azerbaijan, sebagai bagian dari khayalannya untuk menghidupkan kembali Kekaisaran Ottoman yang mati.

BACA JUGA:

Ini menunjukkan bahwa puluhan tentara bayaran telah tewas di wilayah Nagorno Karabakh, dan keluarga mereka dilarang untuk membicarakan hal ini di bawah jika tidak ingin dipenjara.

Laporan WSJ dan Washington Post

Wall Street Journal dan Washington Post, dua raksasa media Amerika Serikat mengonfirmasi keterlibatan rezim Turki dalam pengiriman sejumlah besar tentara bayaran atau teroris untuk berperang di wilayah Nagorno Karabakh yang disengketakan antara Armenia dan Azerbaijan, yang memicu konflik di wilayah itu.

Wall Street Journal yang mengutip sumbernya, menyatakan bahwa rezim Recep Tayyip Erdogan telah mengirimkan ratusan tentara bayaran dari kelompok bersenjata yang mematuhi perintahnya di Suriah Utara ke zona konflik di Karabakh dan berpartisipasi dalam pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia. Sementara ratusan lainnya sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke sana. Ini menunjukkan bahwa rezim Turki telah melakukan Pelatihan militer kepada tentara bayaran ini di Azerbaijan dan dia juga mengirim drone untuk mendukung operasi.

BACA JUGA:

Surat kabar tersebut mengindikasikan bahwa pengiriman militan dari Suriah ke zona konflik terjadi pada pertengahan September lalu dalam kelompok hingga 100 orang, dan mengatakan “mereka tidak lagi peduli tentang apa atau berperang dengan siapa, tetapi mereka hanya peduli pada uang .. mereka akan pergi ke tempat uang itu berada”.

Sementara itu, Washington Post menyatakan bahwa rezim Turki telah mencoba dalam beberapa bulan terakhir untuk menampilkan kekuatan militernya di sebagian besar negara tetangga. Langkah ini merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari kelemahannya di dalam Turki dan kemerosotan kebijakannya dalam perekonomian.

Surat kabar tersebut juga mengutip salah satu tentara bayaran yang mengatakan bahwa mereka dikirim dari Turki Selatan ke Azerbaijan, dan satu-satunya motif mereka adalah uang. Setelah kedatangan, mereka dikirim ke garis depan pertempuran.

Rezim Turki tidak hanya mendukung terorisme secara militer dan logistik serta pendudukannya di beberapa bagian wilayah Suriah, tetapi juga meminta outlet medianya untuk mempromosikan organisasi teroris dan menyebarkan kebencian terhadap semua orang dan negara yang menolak kebijakannya. (ARN)

Sumber: Sana

About Arrahmahnews 26676 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.