Suriah: Timur Tengah Harus Bebas dari Senjata Pemusnah Massal dan Nuklir

Timur Tengah Bebas Senjata Pemusnah Massal
Bashar Al-Jaafari di PBB

New York, ARRAHMAHNEWS.COM Perwakilan tetap Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari, mengatakan bahwa Suriah menyerukan kepada semua negara anggota untuk menjadikan Timur Tengah kawasan yang bebas dari senjata nuklir dan semua senjata pemusnah massal.

Al-Jaafari, selama pertemuannya dengan Komite Pertama di Majelis Umum PBB terkait perlucutan senjata dan perdamaian Internasional pada hari Jumat, menegaskan perlunya memberikan tekanan pada Zionis Israel dan memaksanya untuk bergabung dalam Perjanjian Nuklir atau Nuclear Non-proliferation Treaty (Perjanjian Non-proliferasi Nuklir) dan melaporkan semua kegiatan dan fasilitas nuklirnya ke pengawas Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

BACA JUGA:

“Gudang senjata biologi, kimia dan nuklir Israel merupakan ancaman terbesar bagi Perdamaian dan keamanan di Timur Tengah. Itu telah terbentuk selama beberapa dekade dan masih menjadi tantangan berat bagi sistem perlucutan senjata dan non-proliferasi”, tegas Jaafari.

Pada gilirannya, Jaafari menambahkan bahwa semua tahu bahwa Suriah adalah masuk dalam keanggotaan perjanjian non-proliferasi nuklir sejak 1968 dan telah menandatangani perjanjian larangan senjata biologis pada tahun 1972 dan juga menjadi anggota dalam konvensi senjata kimia sejak itu. Pada 2013, Suriah juga menyambut baik konferensi pembentukan kawasan yang bebas dari senjata nuklir dan senjata pemusnah massal.

BACA JUGA:

“Suriah juga mengajukan rancangan resolusi pada tahun 2003 untuk membuat Timur Tengah menjadi kawasan yang bebas dari semua senjata pemusnah massal, terutama senjata nuklir, tetapi delegasi AS mengancam akan menggunakan hak veto pada saat itu,” kata Jaafari.

Dia menekankan bahwa Suriah sangat mengutuk setiap penggunaan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia oleh siapapun, dalam kondisi apapun dan di setiap tempat atau waktu. Suriah juga tidak akan menggunakan senjata kimia apa pun karena tidak memilikinya dan bergabung dengan konvensi senjata kimia pada tahun 2013. (ARN)

Sumber: Sana

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.