NewsTicker

Kelompok HAM Tuntut Saudi Bebaskan Shaikh Salman Al-Awdah dari Penjara

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS telah meminta pihak berwenang Saudi untuk segera membebaskan ulama terkemuka Salman al-Awdah, yang telah ditahan selama tiga tahun dan menghadapi hukuman mati.

Democracy for the Arab World Now (DAWN) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam bahwa persidangan ulama relijius dan reformis itu akan dilanjutkan di Riyadh pada hari Minggu (18/10).

LSM tersebut mengatakan bahwa persidangan Awdah telah ditunda oleh otoritas Saudi pada beberapa kesempatan karena alasan yang tidak diketahui.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa ulama pembangkang itu telah dipenjara selama tiga tahun karena pernyataannya dan “kegiatan damai” yang ia lakukan, dan menghadapi hukuman mati setelah 37 dakwaan diajukan terhadapnya.

Baca: Penasihat Erdogan Kecam Raja Salman Terkait Hukuman Mati atas Shaikh Al-Awdah

Menurut DAWN, selama wawancara, Awdah mengatakan bahwa ia telah dilarang tidur dan tak diberi obat-obatan serta menghadapi penyiksaan dan penganiayaan saat berada di sel isolasi di penjara Dhahban dan al-Ha’ir.

Awdah adalah asisten sekretaris jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, yang oleh rezim Riyadh terdaftar sebagai organisasi teroris.

Otoritas Saudi menahan Awdah pada September 2017, dan menahannya di sel isolasi tanpa dakwaan atau pengadilan sejak saat itu. Para pejabat juga telah memberlakukan larangan perjalanan pada anggota keluarganya.

Ulama yang ditahan itu telah menulis ratusan artikel tentang hukum Islam sambil merangkul modernitas dan demokrasi.

Baca: Pengadilan Kriminal Saudi Tunda Sidang Kasus Sheikh Al-Awdah

Persidangan Awdah, seorang ulama terkenal itu dengan lebih dari 13 juta pengikut di Twitter, telah ditunda oleh otoritas Saudi dalam beberapa kesempatan.

Menurut pendukung dan keluarga Awdah, vonis ditunda pada hari persidangan lebih dari delapan kali.

Baik keluarga Awdah dan media Saudi sebelumnya mengatakan bahwa ulama yang ditahan itu menghadapi hukuman mati, tetapi lembar dakwaan belum dipublikasikan.

Namun, menurut DAWN, Jaksa Agung Saudi Saud al-Mojeb, dan wakilnya, Mohammed bin Ibraheem al-Subait, menuntut hukuman mati terhadap ulama tersebut atas 37 dakwaan, termasuk “menyebabkan korupsi di bumi”, ” keberatan atas boikot terhadap Qatar” dan “mencampuri urusan negara tetangga”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: