NewsTicker

Detik-detik “Perang Rudal” AS Vs Rusia di Asia Pasifik

Detik-detik Monoplane

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Duta Besar Rusia untuk Washington memperingatkan AS atas penyebaran rudal mereka di kawasan Asia-Pasifik, dengan mengatakan bahwa Moskow akan mengambil langkah balasan untuk melawan provokasi tersebut.

“Jika rudal Amerika dikerahkan di APAC (Asia Pasifik)… maka jangkauan rudal ini akan mencapai Federasi Rusia, mencakup target strategis pencegahan nuklir taktis,” kata Anatoly Antonov kepada Channel One Rusia pada Hari Sabtu (17/10).

BACA JUGA:

“Kemarin, saya menerima konfirmasi sekali lagi bahwa inilah yang akan terjadi (penyebaran rudal AS) dan saya katakan bahwa, tentu saja, pihak Rusia akan mengambil langkah yang sesuai”, tambahnya.

Pejabat Rusia itu mendesak para pembuat kebijakan Amerika untuk berpikir ulang sehubungan dengan proliferasi dan penyebaran senjata, serta melanjutkan dialog demi menghindari konflik.

“Amerika yakin bahwa mereka akan memenangkan perlombaan senjata, mereka yakin bahwa mereka akan menyelesaikan kebijakan sebelumnya untuk dapat menghancurkan ekonomi Rusia,” kata Antonov. “Dan terlepas dari pernyataan saya yang terus-menerus bahwa jalan seperti itu berbahaya, dialog itu perlu, tidak ada keberhasilan dalam meyakinkan politisi Amerika saat ini, setidaknya orang-orang penting yang bertanggung jawab atas pengendalian senjata (disana)”, ungkap Antonov.

Minggu lalu Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menolak proposal oleh Washington yang mensyaratkan perpanjangan perjanjian kontrol senjata START Baru dengan pembekuan senjata nuklir Rusia dan AS pada tingkat saat ini, menyebut hal itu “tidak dapat diterima”.

BACA JUGA:

AS juga secara resmi menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) pada 2 Agustus 2019, menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian era Perang Dingin tersebut.

Menyusul keputusan AS, Moskow juga mengumumkan pengakhiran resmi perjanjian kendali senjata yang ditandatangani pada tahun 1987 oleh presiden AS saat itu Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev, untuk membatasi pembuatan dan penyebaran rudal jarak menengah.

Perjanjian INF telah melarang semua rudal berbasis darat dengan jarak antara 500 dan 5.500 kilometer dan rudal tertutup yang membawa hulu ledak nuklir dan konvensional.

Perjanjian itu dipandang sebagai tonggak dalam mengakhiri perlombaan senjata Perang Dingin antara dua negara adidaya, yang mengarah pada penghapusan hampir 2.700 rudal dari kedua pihak. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: