NewsTicker

Generasi Anak-anak Yaman Akan Hilang Seluruhnya Jika Perang Tidak Diakhiri

Generasi Anak-anak Yaman Akan Hilang Seluruhnya Jika Perang Tidak Diakhiri Seorang ayah memberikan susu ke anaknya

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM PBB memperingatkan bahwa kekurangan gizi di antara anak-anak kecil di beberapa bagian Yaman yang dilanda perang telah mencapai “tingkat tertinggi”  sementara wabah virus korona yang mematikan dan kekurangan dana bantuan telah memperburuk krisis kemanusiaan parah yang terjadi di sana. Menegaskan jika perang tidak segera berakhir dan situasi berlanjut, Yaman terancam kehilangan seluruh generasi anak-anak.

Mereka menyatakan pada Selasa (27/10) bahwa lebih dari setengah juta anak balita di bagian selatan negara itu menderita kekurangan gizi dan hasil survei dari kasus di utara, yang saat ini sedang berlangsung, diperkirakan juga akan “sama memprihatinkan”.

BACA JUGA:

Dalam sebuah pernyataan bersama, Organisasi Pangan dan Pertanian, Program Pangan Dunia, dan dana anak-anak PBB UNICEF, mengatakan bahwa dengan peningkatan 15,5 persen pada kekurangan gizi parah, setidaknya 98.000 anak dalam kelompok usia tersebut (balita) menghadapi “risiko tinggi kematian” kecuali jika mereka menerima perawatan darurat.

“Data yang kami keluarkan hari ini menegaskan bahwa kekurangan gizi akut di antara anak-anak mencapai tingkat tertinggi yang pernah kami catat sejak perang dimulai,” kata Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman.

Sejak Juli, PBB telah mengeluarkan peringatan bahwa “Yaman berada di ambang krisis keamanan pangan yang dahsyat,” tambahnya.

“Jika perang tidak berakhir sekarang, kita mendekati situasi yang tidak dapat diubah dan berisiko kehilangan seluruh generasi anak-anak Yaman,” pejabat PBB itu memperingatkan.

BACA JUGA:

Yaman sedang menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia setelah Arab Saudi dan sejumlah sekutunya melancarkan perang melawan negara itu sekitar lima tahun lalu.

Perang yang sedang berlangsung itu oleh koalisi agresi semula dimaksudkan untuk menundukkan gerakan rakyat Houthi Ansharullah dan mengembalikan kekuasaan sekutu mereka Abd Rabbuh Mansur Hadi. Tapi meskipun koalisi yang dipimpin Saudi gagal mencapai tujuan itu, namun koalisi terus melanjutkan operasi buta yang membunuh dan melukai warga sipil, termasuk anak-anak.

Anak-anak adalah salah satu korban paling rentan dari perang Saudi di Yaman, tetapi masalah tersebut hampir tidak mendapat tanggapan internasional.

Kelangsungan hidup lebih dari 24 juta orang, hampir 80 persen dari populasi Yaman, bergantung pada beberapa bentuk bantuan dan situasinya telah memburuk secara tajam tahun ini setelah wabah virus korona.

“Meningkatnya konflik dan penurunan ekonomi, ditambah dampak luar biasa dari pandemi COVID-19, telah mendorong populasi yang sudah kelelahan ke tepi jurang,” kata PBB, menambahkan bahwa program bantuan termasuk bantuan pangan darurat telah terganggu karena dana mengering.

Banyak orang tua Yaman yang enggan mengirim anak-anak mereka ke klinik untuk perawatan karena khawatir mereka berisiko tertular virus corona jika dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA:

“Malnutrisi di sini dan di seluruh Yaman telah menjadi bencana besar dan ada peningkatan signifikan dalam persentase anak-anak yang kekurangan gizi,” kata dokter anak Fahad Al-Qudsi, yang bekerja di rumah sakit Joumhouri di Sana’a.

“Kekurangan obat-obatan, serta nutrisi yang tepat untuk ibu hamil meningkat,” katanya kepada AFP pada Hari Selasa.

Pada pertengahan Oktober, hanya 1,43 miliar dolar dari 3,2 miliar dolar yang dibutuhkan untuk mendanai proyek bantuan Yaman, telah diterima.

Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan pada akhir Juni bahwa kekurangan bantuan kemanusiaan di tengah pandemi virus korona mengancam akan mendorong lebih banyak anak di Yaman ke ambang kelaparan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: