NewsTicker

Blunder, Lagi-lagi Macron Sebut Serangan Nice “Teroris Islam”

Blunder, Lagi-lagi Macron Sebut Serangan Nice Polisi Prancis

Paris, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (29/10) malam, kembali mengulangi statmen rasisnya terhadap umat Islam dengan mengatakan bahwa negaranya telah diserang oleh “Teroris Islam”.

“Jika kami diserang, itu karena nilai-nilai kebebasan dan keinginan kami untuk tidak menyerah pada terorisme”, kata Macron.

BACA JUGA:

Macron berbicara tentang pengerahan pasukan dan memperkuat perlindungan tempat ibadah, termasuk gereja, serta memperkuat keamanan sekolah.

 

Macron mengumumkan penguatan perlindungan rumah ibadah dan sekolah menyusul serangan yang menewaskan tiga orang di Nice.

BACA JUGA:

Dalam sebuah pernyataan singkat di lokasi kejadian, ia juga mengumumkan bahwa jumlah tentara yang ditempatkan di wilayah itu sebagai bagian “Penjaga” dan akan meningkatkan dari 3.000 menjadi 7.000 personil.

Presiden Prancis menyatakan bahwa Dewan Pertahanan Tertinggi akan bersidang pada Jumat, menekankan bahwa Paris tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman teroris, dan meminta semua orang untuk bersatu. Dengan segala keyakinannya, mereka bersatu melawan aksi teroris tersebut. (ARN)

Sumber: Araboic.rt.com

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: