NewsTicker

Putin Beri Lampu Hijau Kembalikan Karabakh ke Azerbaijan

Putin Beri Lampu Hijau Kembalikan Karabakh ke Azerbaijan Putin, Presiden Rusia

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow terbuka untuk mengembalikan tanah pendudukan di wilayah Kaukasus selatan, Nagorno-Karabakh, kepada Azerbaijan, dalam upaya untuk mengakhiri pertempuran sengit selama berminggu-minggu antara negara itu dengan Armenia.

Pemimpin Rusia, yang sejauh ini menjadi perantara dua kesepakatan gencatan senjata antara dua negara Kaukasus itu, mengatakan pada hari Kamis (29/10) bahwa pemerintahnya “sangat terbuka sehubungan dengan kemungkinan penyerahan,” wilayah pendudukan ke Azerbaijan.

BACA JUGA:

Selama lebih dari sebulan pertempuran di dan sekitar Karabakh, pasukan Azerbaijan telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah yang kebanyakannya adalah dataran dan jarang penduduk, di selatan Nagorno-Karabakh.

Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa ia setuju untuk mengembalikan “lima plus dua distrik [sekitarnya] ini ke Azerbaijan, di samping ketentuan rezim khusus untuk zona Karabakh dan mengamankan hubungan dengan Armenia”.

“[Kita harus] menemukan keseimbangan kepentingan yang sesuai dengan kedua belah pihak,” katanya, menambahkan bahwa “kepentingan baik rakyat Azerbaijan, yang kami perlakukan dengan rasa hormat, dan rakyat Armenia, harus diperhitungkan”.

BACA JUGA:

“Setiap pihak memiliki pembenaran sendiri. Tidak ada solusi sederhana, ”tambah Putin.

Karabakh secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi dikuasai oleh separatis etnis Armenia yang didukung oleh Yerevan sejak 1992, ketika mereka memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang yang menewaskan sekitar 30.000 orang.

Konflik yang kembali meletus pada akhir September lalu, menjadi pertempuran terburuk di wilayah tersebut dalam beberapa dekade.

Menyusul gejolak, Rusia menengahi dua gencatan senjata untuk mengakhiri konflik mematikan, tetapi upaya negara itu untuk membawa perdamaian ke wilayah pegunungan tersebut gagal karena Yerevan dan Baku terus melanggar perjanjian. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: