NewsTicker

Medsos Dikuasai Zionis, Kebebasan Berekspresi Hanya Omong Kosong

Medsos Dikuasai Zionis, Kebebasan Berekspresi Hanya Omong Kosong Medsos dikuasai Zionis

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Instagram rupanya sekarang telah membuka blokir akun Pemimpin Tertinggi Iran di Instagram setelah memblokirnya karena Pemimpin Tertinggi negara itu berbicara tentang kebebasan berekspresi di Prancis.

Kevin Barret dalam artikelnya di Press TV, Jum’at (30/10)  mengatakan bahwa apa yang terjadi memang sungguh ironis, karena di dunia yang diklaim para penciptanya sebagai tempat seseorang bebas berekspresi, pada kenyataannya penuh sensor terhadap kebebasan berekspresi itu sendiri.

BACA JUGA:

Barret menegaskan bahwa kita sekarang berada di dunia (media sosial) milik Barat yang diduduki Zionis, dimana bahkan saat kita kena sensor dari media sosial tertentu, kita tidak diizinkan untuk membicarakan tentang penyensoran itu.
“Jika Anda disensor (postingan dihapus atau akun diblokir sementara waktu) dan kemudian anda mengeluh bahwa anda telah disensor setelah mengangkat sebuah topik sensitif, mereka juga akan menyensor keluhan anda, hingga tidak ada yang akan pernah mendengar bahwa anda telah disensor atau apa argumen anda tentang penyensoran itu,” ujarnya.

Dan ini, khususnya saat ini, terjadi hampir pada siapapun yang mempertanyakan mengapa di negara seperti Prancis, pemimpinnya, yaitu Macron, percaya bahwa ketika anda menghasut kekerasan dengan menghujat dan memfitnah dengan cara-cara tidak senonoh atau pornografi, dan mencemarkan nama baik seorang tokoh agama, dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW maka itu adalah sebuah wujud dari kebebasan berekspresi, tetapi  jika seseorang bahkan dengan sangat tenang dan penuh kasih dan secara akademis mempertanyakan fakta sejarah mengenai pemenang Perang Dunia Kedua, maka tidak apa-apa untuk memenjarakan orang itu dan menghancurkan hidup mereka?.

BACA JUGA:

Bahkan untuk sekedar mengangkat masalah ini saja di media sosial, langsung disensor. Dan itu baru saja terjadi pada Pemimpin Tertinggi Iran kemarin. Dan tentu saja inilah salah satu alasan mengapa  Press TV dan outlet Iran lainnya, di antara banyak outlet dunia lainnya, telah disensor di media sosial. Seluruh media sosial dimiliki atau didominasi oleh Zionis, seperti halnya media korporat arus utama.

Mereka tidak ingin ada orang yang mengangkat kontradiksi berat ini di depan umum. Dan alasan mengapa mereka tidak mengizinkan kita membicarakan hal ini adalah sama seperti alasan mengapa mereka tidak mengizinkan kita berbicara tentang sejarah pemenang Perang Dunia Kedua. Itu adalah  karena para pemenang selalu menulis sendiri sejarah setiap perang, mereka selalu berbohong, dan mereka selalu membesar-besarkan kejahatan musuh mereka dan mengecilkan kejahatan mereka sendiri.

BACA JUGA:

Seperti yang lain, ini juga terjadi dalam masalah Prancis, kita melihat orang-orang yang berdebat secara ilmiah justru disensor, tetapi mereka melindungi “kebebasan berbicara” (a liberté) orang-orang yang menghujat dengan menggunakan kecabulan, pornografi, fitnah, dan hasutan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: