NewsTicker

Iran Konfirmasi Penangkapan Otak Serangan Parade Militer Ahvaz

Iran Konfirmasi Penangkapan Otak Serangan Parade Militer AhvazIran Konfirmasi Penangkapan Otak Serangan Parade Militer Ahvaz Teror Ahvas

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran Mojtaba Zonnouri membenarkan bahwa Habib Osivad, seorang pemimpin kelompok teroris Al-Ahwaziya, sebuah kelompok dukungan Saudi, yang melakukan serangan teroris mematikan pada 2018 di kota Ahvaz, Iran, telah ditangkap. dan kini ditahan di Iran.

“Osivad sedang diinterogasi oleh pasukan keamanan dan intelijen Iran,” kata Zonnouri sebagaimana dikutip oleh ICANA (kantor berita parlemen) pada hari Minggu (01/11).

BACA JUGA:

Ia menambahkan bahwa Osivad ditahan di luar Iran dan kemudian dipindahkan ke negara itu.

“Yang pasti, teroris (Osivad) akan dipersiapkan untuk pengadilan yang adil setelah interogasi dan penyelesaian berkas kasusnya dan ia akan dihukum,” kata Zonnouri.

Habib Chaab, yang juga dikenal sebagai Habib Osivad adalah mantan pemimpin dan wakil presiden kelompok teroris Al-Ahwaziya saat ini, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan teroris September 2018 di parade militer di Ahvaz, Barat Daya Iran, yang menewaskan 26 orang dan melukai 69 lainnya.

Para teroris menyerang para pengamat yang menyaksikan parade tahunan Angkatan Bersenjata, menandai dimulainya Pekan Pertahanan Suci, memperingati pengorbanan bangsa Iran selama 8 tahun perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran pada 1980-an. Dengan menyamar sebagai Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). ) dan pasukan Basij (sukarelawan), teroris membunuh dan melukai beberapa orang, termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.

Tak satu pun dari pejabat yang berpartisipasi dalam parade militer di kota Ahwaz di provinsi Khuzestan terluka dalam serangan itu.

BACA JUGA:

Februari lalu, Dinas Keamanan dan Intelijen Denmark (PET) serta polisi Belanda secara terpisah menangkap dan mendakwa empat anggota kelompok teroris anti-Iran atas dugaan mata-mata Arab Saudi dan berencana melakukan serangan teroris di Iran.

Tiga anggota Gerakan Perjuangan Arab untuk Pembebasan Ahwaz (ASMLA) atau kelompok teroris al-Ahwaziyeh melakukan kegiatan spionase dari 2012 hingga 2018, kata PET dalam sebuah pernyataan pada 3 Februari.

Pernyataan itu menambahkan bahwa tiga individu “mengumpulkan informasi tentang individu di Denmark dan luar negeri dan meneruskan informasi ini ke dinas intelijen Saudi,” diantara hal lainnya. Sidang penahanan praperadilan dijadwalkan pada 4 Februari.

Pada Agustus, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan telah menangkap Jamshid Sharmahd, biang keladi kelompok teroris anti-Iran yang berbasis di Amerika Serikat. Menurut Kementerian Intelijen, Sharmahd mengarahkan “operasi bersenjata dan tindakan sabotase” di Iran dari AS.

Juga, pada Oktober 2019, Organisasi Intelijen IRGC telah berhasil menangkap Rouhollah Zam, administrator situs kontrarevolusioner Amad News, di negara tetangga.

“Pasukan intelijen telah mengawasi gerakan Rouhollah Zam sejak lama dan ia masuk ke dalam perangkap intelijen yang dipasang oleh IRGC sekitar dua tahun lalu. Akhirnya, kami bisa menangkapnya melalui kerja sama dengan badan intelijen lain, ”kata Brigjen Kedua Mohammad Tavallaei, seorang pejabat tinggi IRGC, pada saat itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: