NewsTicker

Insulin Langka, Jutaan Penderita Diabetes di Iran dalam Bahaya Karena Sanksi AS

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Middle East Eye dalam laporannya pada hari Senin (02/11), memperingatkan bahwa jutaan orang Iran yang menderita diabetes berada dalam bahaya akibat kekurangan insulin sebagai akibat dari sanksi ekonomi AS secara sepihak terhadap rakyat Iran.

Laporan tersebut, menyatakan bahwa “pada 8 Oktober, Departemen Keuangan AS mengumumkan paket sanksi baru terhadap 18 bank Iran, yang ditentang oleh Eropa bahwa langkah tidak adil seperti itu akan membatasi kemampuan Teheran untuk membeli impor kemanusiaan di tengah krisis pandemi virus Corona”, seperti dikutip Almaalomah.com.

BACA JUGA:

Dia menambahkan bahwa “negara-negara Eropa telah menentang penerapan sanksi komprehensif pada sektor keuangan Iran karena hal itu mengekspos bank-bank Eropa yang berurusan dengan bank dan perusahaan lain dalam daftar hitam atas sanksi AS. Sementara para pendukung hak asasi manusia telah memperingatkan konsekuensi yang menghancurkan dari sanksi baru-baru ini terhadap kehidupan sehari-hari orang Iran, termasuk menghalangi akses mereka ke obat-obatan dan makanan.

“Diabetes adalah salah satu penyakit yang berkembang di Republik Islam Iran. Setidaknya 11 persen populasi di atas usia 25 tahun menderita diabetes,” kata pejabat yang bertanggung jawab atas pengendalian diabetes di Kementerian Kesehatan Iran, Ali Reza Mahdavi.

BACA JUGA:

Menurut sekretaris National Academy of Health Economics, Farzah Beroyan, ada 4,5 juta penderita diabetes di Iran, 600.000 di antaranya membutuhkan insulin setiap harinya. Sementara Dr. Arash Anisian, kepala Rumah Sakit Ibnu Sina di Teheran dan importir obat-obatan dan peralatan medis, mengatakan, “Sanksi kejam AS menambah hambatan besar dalam menangani pasien”.

Sementara itu, Ali Shariati seorang pengusaha dan anggota Kamar Dagang Iran, mengatakan, “Sanksi AS yang tidak adil mencegah perusahaan asing berurusan dengan orang Iran, dan pengalaman kami adalah bahwa setiap kali sanksi meningkat, beberapa perusahaan asing ragu-ragu untuk berurusan dengan kami”.

Kepala Asosiasi Diabetes di Iran, mengatakan bahwa “masalah insulin telah ada sejak tahun lalu,” dan menambahkan bahwa “dia bersama 300 LSM telah menulis surat kepada PBB setahun yang lalu, yang memperingatkan mereka tentang efek sanksi pada pasien”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: