NewsTicker

Teror Kabul Lebih Mengerikan dari Wina, Kenapa Para Pemimpin Dunia Bungkam?

Teror Kabul Lebih Mengerikan dari Wina, Kenapa Para Pemimpin Dunia Bungkam? Foto Korban Teror Kabul

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Korban tewas akibat serangan teror mengerikan di fakultas Ilmu Politik dan Administrasi Publik di Universitas Kabul, ibukota Afghanistan, telah meningkat menjadi 35 orang, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa.

Dua sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters pada Selasa (03/11) bahwa sekitar 50 orang juga terluka dalam serangan mengerikan pada hari Senin, yang terjadi di hari yang sama dengan serangan teror di Austria. Serangan Kabul berakhir setelah pertempuran berjam-jam antara penyerang dan pasukan keamanan.

BACA JUGA:

Sebelumnya pada hari Senin, kelompok militan Taliban membantah terlibat dalam serangan itu. Seorang juru bicara Taliban yang menggunakan nama Zabihullah Mujahid menyalahkan serangan itu pada kelompok teroris ISIS.

Beberapa jam setelah serangan, kelompok teroris Takfiri ISIS mengaku bertanggung jawab, mengatakan anggotanya telah “Berhasil menyerang pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah Afghanistan di Universitas Kabul untuk wisuda hakim dan penyelidik setelah menyelesaikan kursus di universitas”.

Berbagai reaksi protes kemudian muncul di media sosial setelah serangan teror Kabul yang lebih mengerikan dan memakan lebih banyak korban daripada di Wina, namun tidak mendapat perhatian dari para pemimpin dunia, sementara mereka beramai-ramai menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada Austria.

Netizen menyampaikan protes atas liputan yang tidak adil media serta perhatian memihak komunitas Internasional atas kedua peristiwa teror yang terjadi di hari yang sama.

BACA JUGA:

“Di tengah kericuhan Pemilu AS, dan perhatian media atas serangan Wina, ISIS melakukan serangan keji terhadap mahasiswa di Kabul, Afghanistan kemarin. 22 pemuda yang meninggal pantas dikenang dan dihormati,” ujar salah satu netizen.

Sementara itu, editor urusan Luar Negeri kantor berita Sky News Deborah Haynes dalam postingan twitternya yang melampirkan screenshot dari ucapan belasungkawa para pemimpin Amerika Serikat dan Eropa atas serangan Wina, mempertanyakan mengapa tidak ada satupun dari mereka yang mengucapkan hal senada untuk Kabul.

BACA JUGA:

“Kejutan dan kemarahan yang bisa dimengerti dari Donald Trump, Boris Johnson, Emmanuel Macron dan Justin Trudeau terkait serangan Wina, tapi tidak ada cuitan (dari mereka) tentang serangan di Universitas Kabul hari Senin. Padahal pria bersenjata menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk pelajar. ISIS mengaku bertanggung jawab”, ujar Haynes. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: