NewsTicker

Tegas, Iran: Tak Akan Negoisasi Ulang Soal Kesepakatan Nuklir

Tegas, Iran Tak Akan Negoisasi Ulang Soal Kesepakatan Nuklir Khatibzadeh

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Iran sama sekali tidak akan setuju untuk menegosiasikan ulang JCPOA. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan hal ini setelah media berspekulasi dengan menyebut bahwa pemerintahan AS berikutnya memiliki rencana untuk kembali bergabung dengan kesepakatan nuklir namun mensyaratkan perubahan pada kesepakatan tersebut.

Berbicara kepada wartawan saat konferensi pers mingguan pada hari Senin (09/11), Khatibzadeh menolak gagasan tentang negosiasi baru membahas ketentuan kesepakatan nuklir 2015 jika presiden AS berikutnya mulai menjabat.

BACA JUGA:

“Naif jika berpikir bahwa JCPOA dapat dirundingkan kembali. Kesepakatan telah dicapai dan ditetapkan.

“Iran telah berulang kali mengumumkan bahwa JCPOA terkait dengan masa lalu dan tidak dapat didiskusikan lagi atau dinegosiasikan ulang”.

Juru bicara itu menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah menimbulkan banyak kerugian dengan menarik diri dari JCPOA dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ia juga mengingatkan pemerintahan Amerika Serikat berikutnya bahwa mereka harus memperhitungkan kenyataan ini jika ingin mengubah kebijakan. “Para pihak dalam JCPOA memiliki komitmen yang berbeda-beda, yang terpenting adalah komitmen untuk mencabut sanksi. Selain penarikan AS (dari JCPOA), pihak lain sayangnya juga gagal untuk mencabut sanksi”.

BACA JUGA:

Komentar ini disampaikan Khatibzadeh setelah mantan ajudan pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat mengatakan Joe Biden akan berusaha untuk masuk kembali ke JCPOA dalam beberapa bulan.

Dalam wawancara dengan TV Israel, Amos Hochstein mengatakan bergabung kembali dengan perjanjian nuklir 2015 adalah prioritas utama presiden terpilih AS.

“Saya percaya bahwa dalam bulan-bulan pertama (masa kepresidenan Biden), kita akan melihatnya bergabung kembali dengan kesepakatan sepenuhnya, atau dengan apa yang saya sebut ‘JCPOA-minus,’ yang berarti mencabut sanksi sebagai imbalan untuk menangguhkan beberapa program nuklir Iran (yang telah dikembangkan) dalam tiga tahun terakhir, “kata Hochstein kepada berita Channel 12 Israel pada hari Minggu.

Hochstein, yang bertugas di Departemen Luar Negeri AS dan mengawasi sanksi energi terhadap Iran selama masa jabatan mantan presiden Barack Obama, mengatakan bahwa Biden menginginkan “Beberapa perubahan” pada JCPOA, termasuk tanggal kedaluwarsanya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: