NewsTicker

Raisi: Iran Bakal Hukum Pembunuh Soleimani Meski Trump Diusir dari Gedung Putih

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Kepala Kehakiman Iran berjanji bahwa Teheran tidak akan mundur dari upaya untuk menghukum mereka yang membunuh komandan tinggi Iran Letnan Jenderal Qassem Suleimani dan mereka yang menjatuhkan sanksi pada Iran meskipun Donald Trump meninggalkan Gedung Putih dengan darah di tangannya.

Berbicara pada sesi Dewan Tertinggi Kehakiman pada hari Senin (09/11), HujatulIslam Sayed Ibrahim Raisi mengatakan meskipun “teroris” yang tangannya berlumuran darah pahlawan nasional Iran telah diusir dari Gedung Putih, Republik Islam tidak akan kendur dalam tekad kuat mereka untuk menghukum siapapun yang berada di belakang pembunuhan Jenderal Suleimani dan para pelaku terorisme ekonomi yang telah melakukan kejahatan terhadap bangsa Iran dengan menjatuhkan sanksi.

Baca: Tegas, Iran: Tak Akan Negoisasi Ulang Soal Kesepakatan Nuklir

“Pembunuhan seorang tokoh internasional terkemuka dalam perang melawan terorisme adalah tindakan kejam tidak hanya terhadap bangsa Iran, tetapi juga terhadap semua negara kawasan dan Muslim,” tambah Raeisi.

“Contoh dari kekejaman tersebut adalah serangan teroris baru-baru ini yang dilancarkan ISIS di Universitas Kabul,” katanya, sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

Hakim tertinggi Iran itu selanjutnya menjelaskan bahwa teroris yang menyerang universitas dan membunuh mahasiswa Afghanistan yang tidak bersalah “telah diciptakan oleh Demokrat AS dan dipekerjakan oleh Partai Republik.”

Baca: Zarif soal Pembalasan Iran: Kasus Pembunuhan Jenderal Soleimani Belum Ditutup

Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak yang fatal terhadap kendaraan Jenderal Suleimani setibanya di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari atas undangan pemerintah Irak.

Serangan itu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, orang kedua di komando Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, serta delapan orang Iran dan Irak lainnya.

Kedua komandan tersebut sangat populer karena peran kunci yang mereka mainkan dalam membasmi kelompok teroris Daesh/ISIS yang disponsori AS di kawasan, khususnya di Irak dan Suriah. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: