NewsTicker

Abaikan Trump, Biden Bentuk Tim Pemerintahan

Abaikan Trump, Biden Bentuk Tim Pemerintahan Joe Biden

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Meski perselisihan mengenai hasil pemilihan presiden AS masih berlanjut, Joe Biden yang diproyeksikan sebagai pemenang sudah bersiap-siap untuk menjabat sebagai Presiden tak peduli Donald Trump menolak untuk mengakui kekalahan.

Biden sudah mulai bekerja untuk meletakkan dasar bagi pemerintahannya ditengah perpecahan dan retorika atas hasil pemungutan suara 3 November. Menurut laporan Reuters pada Kamis (12/11), ia mendesak untuk membentuk tim.

BACA JUGA:

Biden telah menghabiskan sebagian besar waktunya di minggu ini untuk berkumpul dengan para penasihat untuk menentukan siapa saja yang aka nada di barisan stafnya.

Pada hari Rabu, Biden menunjuk penasihat lama Ron Klain sebagai kepala staf Gedung Putih, penunjukan besar pertamanya sejak mengklaim kemenangan dalam pemilihan yang hasilnya masih disengketakan dengan pihak Trump melontarkan tuduhan penipuan pemilih.

Klain menjabat sebagai “Ebola Czar” di masa Presiden Barack Obama pada tahun 2014, selama wabah virus itu di Afrika Barat. Ia juga menjabat sebagai asisten utama Wakil Presiden Al Gore selama pemerintahan Bill Clinton.

Klain diperkirakan akan mengambil peran utama dalam tanggapan pemerintahan Biden terhadap lonjakan kasus COVID-19 di seluruh negeri.

Lebih dari 142.000 infeksi virus korona baru tercatat pada Hari Rabu dan hampir 65.000 orang dirawat di Rumah Sakit.

BACA JUGA:

Reuters menyebut bahwa Antony Blinken, seorang diplomat dan orang kepercayaan lama, kemungkinan jadi pilihan Biden untuk Sekretaris Negara atau Penasihat Keamanan Nasional.

Pembentukan tim pemerintahan terjadi ditengah ketegangan yang semakin tinggi sejak proyeksi media memberi Biden kemenangan bersih dalam pemilihan presiden.

Trump belum mengakui kekalahan dan mengklaim dia dicurangi untuk meraih kemenangan.

Pemerintahan Trump telah menyerukan penghitungan ulang suara di beberapa negara bagian, menuduh kecurangan pemilih yang meluas di sana. Negara-negara bagian memiliki waktu hingga 8 Desember untuk mengesahkan hasil mereka. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: