NewsTicker

Menanti Pembalasan Yaman, Houthi Ancam Bombardir Obyek Vital di Saudi

Menanti Pembalasan Yaman, Houthi Ancam Bombardir Obyek Vital di Saudi Drone Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Tampaknya Angkatan Bersenjata Yaman akan segera menggelar operasi militer besar-besaran di kedalaman Arab Saudi.

Angkatan Bersenjata Yaman sebelumnya telah memperingatkan perusahaan asing yang beroperasi di Arab Saudi, dan warga sipil untuk menjauhi fasilitas militer dan fasilitas ekonomi vital yang bersifat militer di dalam wilayah Saudi.

BACA JUGA:

Pernyataan juru bicara Militer Yaman Brigjen Yahya Sare’e, jelas mengisyaratkan akan ada aksi militer yang akan menyerang sejumlah bandara strategis dan pelabuhan laut di Arab Saudi.

Pemerintah Yaman sebelumnya mengumumkan bahwa pelumpuhan total bandara Saudi adalah cara tepat untuk mengakhiri pengepungan di bandara Sana’a. Tampaknya Yaman telah mengambil keputusan yang tidak akan dapat diubah dengan memulai eskalasi ke sejumlah bandara dan pelabuhan laut Saudi, terutama mengingat penolakan negara-negara koalisi untuk mencabut pengepungan di bandara Yaman.

Pernyataan Brigadir Saree juga mengisyaratkan bahwa serangan itu tidak terbatas pada provinsi selatan Kerajaan, artinya sebagian besar bandara dan pelabuhan laut Saudi akan menjadi target dan sasaran yag sah.

Bandara, pelabuhan laut, dan pangkalan militer Saudi yang paling menonjol, yang berada dalam sasaran rudal dan drone Sanaa adalah sebagai berikut:

BACA JUGA:

Bandara Internasional Abha, Bandara Domestik Bisha, Pangkalan Udara Raja Khalid dan Pangkalan Militer Khamis Mushait di Asir. Bandara Regional Najran dan Bandara Domestik Sharurah, di Najran. Bandara Regional Raja Abdullah, di Jazan. Bandara Internasional King Abdulaziz, Bandara Internasional Taif, Bandara Rabigh, dan Bandara Al Qunfudhah, di Makkah.

Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Bandara Regional Pangeran Abdul Mohsen bin Abdulaziz dan Bandara Domestik Pangeran Abdul Majeed bin Abdulaziz di Madinah. Bandara Internasional Raja Khalid, Bandara Domestik Raja Salman, Bandara Domestik Wadi Al Dawasir, Pangkalan Udara Pangeran Sultan Pangkalan Udara Raja Salman, Bandara Al Majmaah dan Bandara Al Zulfi di Riyadh. Bandara Internasional Pangeran Nayef bin Abdulaziz dan Bandara Onaiza di wilayah Al-Qassim.

Bandara Regional Al-Ahsa, Bandara Domestik Qaisumah, Bandara Domestik Hafar Al-Batin, Bandara Kota Militer Raja Khalid, Bandara Abu Ali, Bandara Jubail, Bandara Khafji, Bandara Abqaiq, Bandara Tanajib, Bandara Haradh, Bandara Ras Al-Mishaab, Bandara Ras Tanura, Bandara Sheiba, Bandara Khurais (baru) dan Bandara Khurais (lama) di wilayah timur kerajaan.

Adapun untuk pelabuhan laut adalah Pelabuhan Jeddah, Pelabuhan Jizan, Pelabuhan Industri King Fahd di Yanbu, Pelabuhan Komersial Yanbu, Pelabuhan King Abdullah di distrik Rabigh dan pelabuhan yang terletak di Teluk Arab.

Kerajaan Arab Saudi masih punya waktu untuk menghindari serangan ke sejumlah bandara dan pelabuhan ini, dengan mencabut pengepungan di bandara dan pelabuhan Yaman. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: