NewsTicker

Peringatan PBB: Rakyat Yaman Bukan Akan Kelaparan, Tapi Sudah Kelaparan

Peringatan PBB: Rakyat Yaman Bukan Akan Kelaparan, Tapi Sudah Kelaparan Kelaparan di Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius tentang bencana yang mengancam di Yaman yang akan mempengaruhi jutaan orang Yaman, termasuk wanita dan anak-anak, sementar negara itu kini tengah bergulat dengan perang dan blokade yang dipimpin Saudi selama bertahun-tahun.

Pejabat tinggi PBB menyuarakan peringatan ini dalam pertemuan virtual Dewan Keamanan PBB mengenai Yaman pada Hari Rabu  ketika mereka meminta dana lebih lanjut untuk mencegah tragedi itu.

BACA JUGA:

“Kita sedang menghitung mundur sekarang menuju bencana di Yaman. Orang-orangnya … mereka telah dilanda konflik bertahun-tahun, [ketidakamanan] pangan, kelaparan, kekurangan gizi. Sekarang, ada kombinasi beracun yang terdiri dari kekerasan yang meningkat …keruntuhan ekonomi dan mata uang yang semakin dalam … Dan COVID-19 yang meningkatkan penderitaan ke tingkat baru,” kata Direktur Eksekutif badan makanan PBB David Beasley kepada 15 anggota dewan.

“Jadi kita harus membuat dunia membuka matanya dan menyadari apa yang sungguh-sungguh kita lihat tentang  bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung ini sebelum terlambat. Jika kita memilih untuk berpaling, tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Yaman akan terjun ke kelaparan yang menghancurkan dalam beberapa bulan, “katanya.

PBB sebelumnya menggambarkan Yaman sebagai tempat terjadinya krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 80 persen orang membutuhkan bantuan.

Kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock selama pertemuan virtual pada hari Rabu,  menggambarkan situasi kemanusiaan di Yaman sebagai “penderitaan,” dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah krisis pangan di negara Arab yang miskin itu.

“Yaman bukannya menuju kelaparan. Mereka sudah kelaparan. Kita semua, pihak yang terlibat konflik, anggota Dewan Keamanan, donor, organisasi kemanusiaan, dan lainnya harus melakukan segala yang kita bisa untuk menghentikan ini,” kata Lowcock kepada Dewan Keamanan.

“Lebih banyak uang untuk operasi bantuan adalah cara tercepat dan paling efisien untuk mendukung upaya pencegahan kelaparan saat ini. Jadi saya kembali memohon kepada para donor untuk memenuhi janji mereka yang luar biasa dan untuk meningkatkan dukungan mereka,” katanya.

BACA JUGA:

Lowcock juga mengatakan bahwa badan dunia telah menerima kurang dari setengah dari apa yang dibutuhkan, sekitar 1,5 miliar dolar tahun ini untuk operasi kemanusiaannya di Yaman, sementara mereka menerima  3 miliar dolar pada 2019.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang dahsyat di Yaman pada Maret 2015 dengan tujuan mengembaikan kekuasaan ke sekutu rezim yang bersahabat dengan Riyadh. Agresi telah menelan korban ratusan ribu warga Yaman yang tewas dan terluka, dan menjatuhkan Yaman ke jurang krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: