NewsTicker

Israel Mungkin Akan Serang Reaktor Nuklir Iran Setelah Trump Keluar dari White House

Israel Mungkin Akan Serang Reaktor Nuklir Iran Setelah Trump Keluar dari White House Jet Israel

Washington, ARRAHMAHNEWS.COM Menjelang pemilihan, tim kampanye Joe Biden mengisyaratkan perlunya “merundingkan kembali” rencana aksi komprehensif bersama (JCPOA), sebuah gagasan yang ditolak Teheran begitu saja. Israel melobi Washington secara intens untuk menarik diri dari JCPOA, dan mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran jika Teheran memperoleh senjata nuklir.

Israel dapat melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump keluar dari jabatannya, kata mantan Penasihat Keamanan Nasional Trump Herbert R McMaster.

BACA JUGA:

“Israel mengikuti Doktrin Begin, yang berarti bahwa mereka tidak akan menerima negara bermusuhan memiliki senjata paling merusak di Bumi,” kata McMaster, berbicara kepada Fox News.

Mantan pejabat itu merujuk pada kebijakan pemerintah Israel dalam melakukan serangan ‘pencegahan’ terhadap musuh potensial yang dicurigai oleh Tel Aviv telah mengembangkan senjata pemusnah massal.

Doktrin tersebut dirumuskan pada 1960-an, tetapi dinamai berdasarkan nama perdana menteri Israel antara 1977 dan 1983, Menachem Begin, yang menyerang reaktor nuklir Osirak Irak di luar Baghdad ketika masih dalam pembangunan pada 1981.

Doktrin ini ilegal di bawah hukum internasional, yang melarang konsep serangan pendahuluan dan perang pencegahan.

BACA JUGA:

“Kami telah melihat ini di masa lalu, serangan Israel di Suriah. Ingat tahun 2007 ketika Korea Utara membantu membangun fasilitas senjata nuklir di Gurun Suriah. IDF kemudian menyerang itu dan [melakukan] serangan serupa di Irak lebih awal dari itu? Jadi saya pikir itu mungkin saja terjadi pada Iran,” lanjut McMaster, mengacu pada ‘Operasi di Luar Kotak’ IDF pada September 2007.

Pihak berwenang Suriah berulang kali menolak klaim bahwa fasilitas yang diserang pada tahun 2007 adalah sebuah ‘situs nuklir’. Presiden Bashar al-Assad mengatakan “bodoh” jika Damaskus membangun situs nuklir di gurun tanpa pertahanan udara. Pada 2009, pejabat Suriah mengatakan kepada Badan Energi Atom Internasional bahwa situs yang diserang adalah depot penyimpanan rudal. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: