NewsTicker

AS Resmi Keluar dari Perjanjian Open Skies

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Pada Hari Minggu (22/11) Washington mengkonfirmasi bahwa mereka tidak lagi menjadi anggota perjanjian Open Skies dengan alasan bahwa perjanjian itu hanya menguntungkan “musuh-musuh” AS.

“Hari ini menandai enam bulan sejak Amerika Serikat mengirimkan pemberitahuan penarikan kami dari Perjanjian Open Skies. Kami sekarang tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian ini yang telah dilanggar secara mencolok oleh Rusia selama bertahun-tahun,” demikian bunyi pengumumam Dewan Keamanan Nasional di bawah Gedung Putih dalam postingan Twitter mereka, mengutip pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O’Brien.

BACA JUGA:

Menurut O’Brien, Perjanjian Open Skies adalah salah satu “kesepakatan dan perjanjian usang” yang menguntungkan “musuh AS dengan mengorbankan keamanan nasional kita”, yang Amerika Serikat harus menarik diri darinya. Presiden AS Donald Trump “tidak pernah berhenti mengutamakan Amerika dengan menarik kami dari kesepakatan dan perjanjian usang yang telah menguntungkan musuh kami dengan mengorbankan keamanan nasional kami,” kata O’Brien.

Open Skies disepakati segera setelah Perang Dingin berakhir. Perjanjian itu disepakati agar negara anggota bisa saling memantau kegiatan militer masing-masing demi menghindari rasa saling curiga terhadap aktivitas-aktivitas yang tidak menyenangkan.

BACA JUGA:

Departemen Luar Negeri AS juga merilis pernyataan pers pada hari Minggu tentang penarikan negara itu dari Perjanjian Open Skies.

“Enam bulan telah berlalu, penarikan AS mulai berlaku pada 22 November 2020, dan Amerika Serikat tidak lagi menjadi Negara Pihak pada Perjanjian tentang Open Skies,” bunyi pernyataan itu.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pada 21 Mei bahwa Washington akan menarik diri dari Perjanjian Open Skies, yang mengatur penerbangan inspeksi di atas wilayah negara anggota untuk memantau aktivitas militer. Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa keputusan untuk menarik diri dari perjanjian itu akan mulai berlaku dalam enam bulan setelah 22 Mei.

Moskow sendiri membantah tuduhan AS tersebut dengan mengatakan bahwa mereka berkomitmen pada perjanjian dan mengajukan klaim balasan.

Selama kampanye kepresidenan di Amerika Serikat, saingan Trump, Joseph Biden, mengecam langkah berpandangan sempit ini karena hanya akan menambah ketegangan antara Barat dan Rusia dan meningkatkan risiko kesalahan dan konflik. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: