Serangan Yaman ke ARAMCO Tepat Saat Pertemuan Rahasia Netanyahu, Pompeo, Bin Salman

Serangan Yaman ke ARAMCO Tepat Saat Pertemuan Rahasia Netanyahu, Pompeo, Bin Salman
Fasilitas Minyak Aramco pasca dirudal Yaman

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Arab Saudi terkejut ketika fasilitas distribusi ARAMCO Jeddah dihantam roket Houthi beberapa saat setelah Pompeo, Netanyahu, dan MBS mengadakan pembicaraan rahasia di negara itu.

Pada Senin pagi (23/11), juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan bahwa mereka menargetkan perusahaan minyak Saudi Aramco di kota Jeddah Laut Merah. Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan pejuang Yaman menembakkan roket ‘Quds 2’ di stasiun distribusi Aramco.

BACA JUGA:

Beritanya masih baru saja ketika Reuters melaporkan bahwa Perdana Menteri rezim Israel Benjamin Netanyahu diam-diam mengunjungi Arab Saudi pada hari Minggu dan bertemu dengan Bin Salman serta Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di sana.

Pakar energi senior dan Presiden Kelompok Riset Energi Wina, Fereydoun Barkeshli, mengulas tentang serangan tersebut dan konsekuensi serta dampaknya terhadap pasar minyak internasional.

“Situs Jeddah dianggap sebagai salah satu fasilitas paling terlindungi yang dimiliki dan dioperasikan ARAMCO di jantung Kerajaan.” katanya kepada Mehr News dalam sebuah wawancara, Senin (23/11).

“Rudal yang menyebabkan kebakaran luas dan merusak fasilitas ditembakkan sekitar pukul 20.00 dan 21.30 malam pada 22 November,” kata ahli tersebut, menambahkan, “Ini bertepatan dengan waktu para pejabat tinggi Israel dan AS melakukan pertemuan tertutup di ibu kota. Mohammad Bin Salman dikatakan berada dalam pertemuan itu, sementara menteri luar negeri Saudi tidak terlibat atau bahkan diberitahu.”

“Yang paling mengejutkan Saudi, adalah waktu dan kejadian dari serangan roket yang sangat bertepatan dengan sesi yang sangat rahasia,” ungkap Berkeshli menyoroti.

BACA JUGA:

Namun, berita dan dampak serangan terhadap perusahaan minyak terbesar dunia, ARAMCO, di pasar minyak internasional masih belum terlihat, katanya.

“Pagi hari pasar Eropa berhati-hati dan harga naik tipis. Namun demikian, kenaikan harga minyak di saat persediaan minyak melimpah masih (menunjukkan bahwa serangan ini) signifikan. Kita harus menunggu Bursa Efek New York sore ini waktu Tehran.

Ia melanjutkan bahwa “Harga saham ARAMCO yang memulai IPO pertamanya pada Oktober 2019 yang dibuka pada 38,7 dolar per saham dan ditutup pada 37,4 dolar telah kehilangan 7 persen dari nilai pasarnya saat ini.”

“Seorang analis pasar Saudi menyebutkan bahwa ARAMCO tampaknya terus mengalami masalah,”.

“Mengingat fakta bahwa permintaan minyak sudah dalam kondisi terburuknya karena pandemi dan harga masih kurang dari 40 dolar per barel, reformasi ekonomi ambisius Bin Salman di masa depan dibayangi oleh impian dan diplomasi minyak yang susah untuk berhasil.” (ARN)

About Arrahmahnews 30003 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.