NewsTicker

Wajah Bengis Pemerintahan Baru AS, Biden Angkat Menlu Dalang Perang

Wajah Bengis Pemerintahan Baru AS, Biden Angkat Menlu Dalang Perang Blinken Tony

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa pemerintahan Biden akan berbeda dengan pemerintahan Obama dalam hal kebijakan luar negeri. Biden datang dengan karir politik yang panjang dalam mendukung perang Amerika Serikat dan sekutunya, mulai dari invasi Irak tahun 2003 sampai agresi Israel terhadap Palestina hingga pendudukan yang berlarut-larut di Afghanistan.

Mengikuti jalur Obama, Biden telah menarik sejumlah individu pro-perang dari era Obama untuk mengisi kabinetnya. Banyak dari orang-orang ini adalah tokoh-tokoh lama yang saling memiliki hubungan di seluruh Washington, Apakah rekam jejak orang-orang yang ditunjuk ini, dan apa yang  sebenarnya yang kita hadapi dalam pemerintahan Biden?”.

BACA JUGA:

Antony Blinken, yang akan ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri, seperti yang diumumkan tim transisi Biden-Harris pada hari Senin (23/11) menarik banyak kritik karena catatannya mendukung perang dan apa yang disebut intervensi kemanusiaan.

Perang Irak

Blinken adalah pembantu utama Biden yang pada saat itu adalah Senator AS, memilih untuk mengizinkan invasi AS ke Irak, dan Blinken membantu Biden mengembangkan proposal untuk membagi Irak menjadi tiga wilayah terpisah berdasarkan identitas etnis dan sektarian.

Intervensi Menghancurkan di Libya

Antony Blinken aktif sebagai penasihat di Gedung Putih serta pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri pada era Presiden Barack Obama. Sebagai wakil penasihat keamanan nasional, Blinken mendukung intervensi militer yang menghancurkan di Libya pada tahun 2011. Tony Blinken adalah salah satu pejabat yang mendukung serangan ke Libya untuk melawan Khadafi. Kebijakan ini juga didukung Hillary Clinton yang waktu itu menjabat sebagai menlu.

Perang Yaman

Pada April 2015, Tony Blinken merupakan deputi menteri luar negeri AS. Ia mendukung intervensi Arab Saudi ke Yaman dan memastikan AS menyediakan senjata dan laporan intelijen untuk koalisi pimpinan Saudi.

BACA JUGA:

Perang Suriah

Antony Blinken mendukung intervensi militer Amerika Serikat di Suriah. Ia menyalahkan pemerintahan Trump yang  saat itu ingin mengurangi kehadiran AS di sana.

Blinken juga menilai AS dinilai perlu hadir di Suriah agar pemerintah Bashar Assad tidak menguasai wilayah penting di timur laut Suriah yang kebetulan dekat dengan sumber minyak.

Pendukung setia Israel

Sebagai diplomat teratas dalam pemerintahan berikutnya, Blinken akan menghadapi tantangan besar di Timur Tengah setelah empat tahun doktrin Trump mendorong “tekanan maksimum” terhadap Iran dan dukungan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada sekutu Washington, Israel dan Teluk.

BACA JUGA:

Biden telah menjelaskan bahwa ia ingin “menilai kembali” hubungan dengan Arab Saudi dan mendorong untuk memajukan hak asasi manusia di kawasan, tapi pada saat yang sama, ia telah dan tetap menjadi pendukung setia Israel.

Blinken memiliki pandangan yang sama dengan presiden terpilih AS itu bahwa bantuan Amerika untuk Israel berada di luar perdebatan dan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina.

“Melihat kembali delapan tahun terakhir, bangga melayani presiden yang pemerintahannya telah berbuat lebih banyak untuk keamanan Israel daripada sebelumnya,” tulisnya di Twitter pada 2016.

Israel menerima  3,8 miliar dolar bantuan militer AS setiap tahun sebagai hasil dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Obama selama tahun terakhir masa jabatannya.

Pada bulan Mei, Blinken mengatakan kepada Mayoritas Demokrat untuk Israel (DMFI), sebuah kelompok hawkish yang terkait dengan Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC), bahwa Biden berkomitmen untuk memberikan bantuan militer tanpa syarat ke Israel.

“Dia tidak akan mengurangi bantuan militer ke Israel dengan keputusan politik apa pun yang dibuatnya. Titik. Stop sampai disini,” kata Blinken, menambahkan, “Dia mengatakannya; dia berkomitmen untuk itu. Dan itu akan menjadi kebijakan pemerintahan Biden”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: