NewsTicker

Ahli Nuklir yang Terbunuh, Pimpin Pusat Riset Pertama Temukan Test Kit Covid-19 di Iran

Ahli Nuklir yang Terbunuh, Pimpin Pusat Riset Pertama Temukan Test Kit Covid-19 di Iran Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami, mengatakan bahwa alat uji (test kit)  COVID-19 pertama di negara itu diproduksi di pusat penelitian yang dipimpin oleh fisikawan Iran yang terbunuh, Mohsen Fakhrizadeh, memuji martir itu sebagai salah satu pelopor gerakan ilmiah negara melawan virus corona baru.

Hatami membuat pernyataan pada hari Jumat (27/11), beberapa jam setelah Fakhrizadeh, kepala Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan (SPND) Kementerian Pertahanan, dibunuh oleh teroris di dalam kendaraannya di sebuah kota kecil di timur ibukota Tehran dalam serangan yang juga melibatkan pemboman mobil.

BACA JUGA:

“Organisasi di bawah manajemen Syahid Fakhrizadeh adalah salah satu pusat pertama yang memproduksi alat uji COVID-19,” kata menteri pertahanan Iran tersebut.

Ketika ditanya mengapa ilmuwan Iran dibunuh oleh teroris, Hatami mengatakan bahwa Fakhrizadeh adalah wakil menteri pertahanan, seorang ilmuwan terkemuka, dan kepala SPND yang memiliki sejarah panjang dalam inovasi pertahanan dan yang melatih banyak peneliti untuk kemajuan ilmiah Iran.

Hatami juga memuji layanan Fakhrizadeh untuk industri pertahanan Iran sebagai “hebat dan bermanfaat”.

“Musuh menargetkan dimanapun langkah besar dan efektif diambil untuk kemaslahatan bangsa, dan Kementerian Pertahanan selalu menjadi sasaran seperti itu,” tambah menteri.

“Kementerian Pertahanan berada di garis depan dalam membangun keamanan untuk negara kita tercinta dan karenanya, selalu dibenci oleh musuh,” kata Hatami, menambahkan bahwa mereka yang memainkan peran utama di bidang pertahanan secara alami lebih dibenci oleh musuh.

BACA JUGA:

Di tempat lain dalam sambutannya, menteri pertahanan mengatakan bahwa Martir Fakhrizadeh telah mengembangkan inovasi khusus di bidang pertahanan yang, karena sifatnya, kurang dibicarakan.

“Misalnya penerapan laser dalam pertahanan udara atau pendeteksian pesawat penyerang dengan cara lain selain radar, yang termasuk dalam kategori inovasi pertahanan, merupakan salah satu prestasi besarnya yang pasti akan kita bicarakan jika perlu,” ujarnya.

Menyinggung upaya ilmiah Fakhrizadeh melawan virus corona, Hatami mengatakan bahwa syuhada itu telah mengambil “langkah besar di bidang pengembangan vaksin COVID-19, yang beritanya, Insya Allah, akan disampaikan kepada rakyat”.

Ia menambahkan bahwa pusat yang dipimpin oleh Fakhrizadeh telah melalui tahap pertama uji klinis pada manusia di bidang pengembangan vaksin korona dan “melakukan hal-hal hebat untuk rakyat Iran tercinta. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: