NewsTicker

Mantan Kepala AEOI: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Bertujuan Hambat Kemajuan Ilmiah di Iran

Mantan Kepala AEOI: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Bertujuan Hambat Kemajuan Ilmiah di Iran Fereydoun Abbasi

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Pembunuhan fisikawan terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh ditujukan untuk menghalangi riset strategis Republik Islam. Seorang anggota parlemen dan ilmuwan nuklir Iran, menekankan bahwa negara itu akan terus melawan segala bentuk tekanan musuh.

Fakhrizadeh, yang mengepalai Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan Kementerian Pertahanan Iran (dikenal dengan akronimnya sebagai SPND), menjadi sasaran pada Jumat (27/11) dalam serangan multi-pronged yang melibatkan setidaknya satu ledakan dan tembakan oleh sejumlah penyerang di kota Absard, wilayah Damavand, Provinsi Tehran.

BACA JUGA:

Berbicara kepada Press TV pada hari Jumat, Fereydoun Abbasi, mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), mengatakan bahwa ia juga menjadi target upaya pembunuhan sekitar 10 tahun lalu. Ia mengatakan bahwa langkah tersebut mengejar target yang sama dan bertujuan untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat ilmiah Iran untuk menghentikan penelitian strategis dan menghambat peningkatan dan pencapaian ilmiah Iran.

“Mereka akan membuat ketakutan di komunitas kami dengan membunuh beberapa elit untuk mendorong kami bernegosiasi dengan mereka, tetapi sebagaimana di masa lalu, kami akan melawan tekanan ini dan negara kami tidak hanya bergantung pada satu individu”.

Ia menekankan bahwa para ilmuwan Iran akan melanjutkan jalan mereka meskipun mengalami kesulitan.

BACA JUGA:

Pada 29 November 2010, teroris meledakkan bom yang dipasang di kendaraan dua orang profesor universitas, Majid Shahriari dan Fereydoun Abbasi. Profesor Shahriari tewas, tetapi Dr. Abbasi dan istrinya selamat dari serangan itu dengan luka ringan.

Ketika ditanya tentang tanggapan yang tepat dari Iran terhadap pembunuhan Fakhrizadeh, Abbasi mengatakan bahwa Republik Islam “tidak akan membalas dengan cara yang mereka pikirkan, atau dengan cara-cara yang tidak manusiawi, tetapi tanggapan Iran nanti akan sangat tepat.

Ia menambahkan bahwa Iran akan mendorong jalannya dengan bijak dan tidak akan “melakukan kejahatan terhadap agen-agen mereka”.

“Kami tidak akan melakukan hal serupa seperti yang mereka lakukan, tetapi kami akan mendukung pecinta kebebasan dan kami meminta pecinta kebebasan dunia untuk menekan para penjahat ini untuk mengakhiri apa yang mereka lakukan,” kata ilmuwan nuklir Iran itu.

BACA JUGA:

Ia mencatat bahwa para penjahat ini harus menyadari bahwa pencapaian mereka tidak boleh bergantung pada pembunuhan orang-orang dan para ilmuwan.

Menanggapi pertanyaan mengenai pemikirannya tentang pembunuhan hari Jumat, Abbasi mengatakan bahwa Fakhrizadeh telah gugur dalam serangan bersenjata ketika mobilnya dihentikan dan ia keluar dari kendaraan bersama istrinya.

“Melayani (negara) sebagai ahli atom, Fakhrizadeh melakukan upaya besar untuk mempromosikan program energi nuklir Iran tetapi ia telah di bawah pengawasan agen rahasia rezim Israel yang akhirnya berhasil membunuhnya dengan beberapa peluru, tambahnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: