NewsTicker

Putra Mahkota Saudi Tunda Normalisasi Israel karena Kemenangan Biden

Putra Mahkota Saudi Tunda Normalisasi Israel karena Kemenangan Biden Mohammed bin Salman

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dilaporkan menarik diri sementara dari kesepakatan normalisasi dengan entitas “Israel” karena kemenangan Joe Biden dalam pemilihan Presiden AS bulan ini, dan keinginan MBS untuk membangun hubungan dengan pemerintahan yang akan datang.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada hari Jumat bahwa MBS, putra muda dari Raja Salman yang berusia 84 tahun, dan penguasa de facto kerajaan, enggan “mengambil langkah sekarang, karena ingin menggunakan kesepakatan ini nanti, untuk membantu memperkuat hubungan dengan pemimpin Amerika yang baru.

BACA JUGA:

MBS mengadakan pertemuan minggu lalu dengan Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu, yang terbang ke kota NEOM Laut Merah Saudi untuk pertemuan rahasia pada hari Minggu bersama Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, di mana ketiganya membahas perkembangan tentang Iran dan kemungkinan normalisasi.

Seorang penasihat pemerintah Saudi pada awal minggu mengkonfirmasi pertemuan dan perjalanan itu ke WSJ, mengatakan bahwa pertemuan itu, yang telah berlangsung beberapa jam, berfokus pada Iran dan pembentukan hubungan diplomatik antara Riyadh dan Tel Aviv, tetapi tidak menghasilkan perjanjian substansial.

Mengutip penasihat Saudi dan pejabat AS, WSJ melaporkan pada Jumat bahwa MBS berharap jika kesepakatan antara entitas “Israel” dan Arab Saudi di bawah perantara presiden baru, “dapat menempatkan hubungan antara pemerintahan Biden dan Riyadh pada pijakan yang lebih pasti”.

BACA JUGA:

Biden telah mengambil sikap lebih keras kepada Riyadh tentang catatan hak asasi manusia mereka, perang di Yaman, dan pembunuhan terhadap jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi pada 2018 di konsulat Saudi di Istanbul. Presiden terpilih itu pada bulan Oktober mengatakan bahwa AS di bawah pemerintahannya akan menilai kembali hubungan dengan Riyadh. Minggu lalu, Biden mengatakan ia akan menghukum para pemimpin Saudi atas pembunuhan jurnalis tersebut.

Seorang diplomat asing di Riyadh yang dikutip oleh Reuters minggu ini menyebut bahwa prospek normalisasi lebih besar di bawah pemerintahan Biden yang akan datang.

“Normalisasi… adalah cara untuk mengalihkan fokus (Biden) dari masalah lain, terutama hak asasi manusia,” kata diplomat itu.

Bagaimanapun Entitas “Israel” telah lama memiliki hubungan klandestin dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab yang telah diperkuat dalam beberapa tahun terakhir. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: