NewsTicker

Sejarah Panjang Israel dalam Pembunuhan Ilmuwan di Seluruh Dunia

Sejarah Panjang Israel dalam Pembunuhan Ilmuwan di Seluruh Dunia Netanyahu

Tel Aviv, ARRAHMAHNEWS.COM Pengamat politik berpendapat bahwa dukungan tanpa syarat oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa telah membuat Israel berani melanggar hukum internasional dengan melakukan pembunuhan rahasia untuk agenda ekspansionisnya di kawasan dan di seluruh dunia.

Dalam beberapa dekade terakhir, setidaknya 43 kali AS menggunakan hak veto atas resolusi PBB tentang Israel.

BACA JUGA:

Israel mengakui melakukan operasi sabotase rahasia terhadap program nuklir damai Iran untuk mengumpulkan intelijen. Selain itu, agen Mossad, memiliki catatan perencanaan pembunuhan terarah terhadap ilmuwan Iran selama beberapa tahun terakhir.

Yossi Cohen, yang merupakan direktur agen mata-mata Israel, Mossad, tahun lalu mengakui memiliki daftar pembunuhan “bergengsi” yang ia miliki, dan mengklaim bahwa menargetkan tokoh asing yang berpengaruh “bukan tidak mungkin”.

Mossad secara luas diyakini telah membunuh sejumlah ilmuwan Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir.

Pada 2018, pembunuhan ilmuwan Palestina berusia 35 tahun Fadi al-Batsh di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, menyingkap program rahasia pembunuhan terarah terhadap warga Palestina yang dianggap sebagai ancaman oleh Israel.

Al-Batsh belajar teknik kelistrikan di jalur Gaza yang terkepung sebelum melanjutkan study untuk mendapatkan gelar PhD di Malaysia.

Pada 2016, pembunuhan seorang insinyur penerbangan Tunisia yang diduga terkait dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, juga dilakukan oleh Mossad.

BACA JUGA:

Mohamed al-Zawari ditembak mati di luar rumahnya di kota Sfax, tenggara Tunisia.

Pada tahun 1967, ilmuwan nuklir Mesir Samir Naguib tewas dalam kecelakaan mobil di AS. Naguib dilaporkan berencana untuk kembali ke Mesir pada puncak perang dengan Israel untuk membantu meluncurkan program nuklir Mesir ketika dia terbunuh.

lmuwan nuklir Mesir lainnya, Yahya al-Mashad, yang memimpin program nuklir Irak, terbunuh di sebuah kamar hotel di Paris pada tahun 1980.

Pada tahun 1991, fisikawan Lebanon Rammal Hassan Rammal meninggal secara misterius di Prancis. Pada tahun 1993, penulis Mesir Gamal Hemdan meninggal dalam kebakaran di apartemennya di ibu kota Mesir.

Namun, kerabatnya mengklaim bahwa dia dipukul di kepala dan draf buku yang dia tulis telah hilang, yang mengangkat topik tentang Zionisme.

Pada tahun 2004, ilmuwan nuklir Irak Ibrahim al-Dhaheri ditembak mati saat dia sedang naik taksi di kota Baquba, Irak Barat.

Mossad juga diyakini berada di balik pembunuhan komandan tertinggi Hamas Mahmud al-Mabhuh pada tahun 2010 di sebuah hotel di Dubai.

Sejak pembentukannya pada tahun 1948, Israel atas perintah AS telah terlibat dalam berbagai pembunuhan misterius ilmuwan dan akademisi di Timur Tengah, AS, Eropa, Amerika Latin dan di seluruh dunia.

Dan yang terbaru adalah pembunuhan fisikawan Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di kota Absard, Damavand, provinsi Teheran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: