NewsTicker

Mau Diperiksa Polisi, Tiba-tiba Habib Rizieq Shihab Ngaku Lemas

Mau Diperiksa Polisi, Tiba-tiba Habib Rizieq Shihab Ngaku Lemas Habib Muhammad Rizieq Shihab, Imam Besar FPI

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) belum bisa memastikan Habib Rizieq Shihab akan penuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (02/12) ini. Rizieq disebut masih kelelahan.

“Kalau itu (hadiri panggilan) belum ada kepastian tapi kita tim kuasa hukum nanti semua akan ke Polda Metro. Kami belum bisa memutuskan (apakah Rizieq datang pemeriksaan atau tidak)”, ucap salah satu tim kuasa hukum dari FPI, Ichwan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/12).

BACA JUGA:

Menurutnya, tim kuasa hukum akan datang ke Polda Metro Jaya pada siang ini terkait pemanggilan Rizieq dan menantunya Hanif Alatas.

Namun, dalam kunjungan tim kuasa hukum tersebut belum diketahui Rizieq dan Hanif akan turut serta atau tidak.

Sementara di sisi lain, Ichwan mengungkapkan, kondisi terkini Rizieq Shihab. Menurutnya, Rizieq masih dalam kondisi kelelahan.

“Sehat. Kecapean beliau, ya agak cape beliau itu kelihatan dari mukanya kelelahan”, tandasnya.

Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebelumnya telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Rizieq. Selain itu, penyidik juga turut melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada menantunya Rizieq, yakni Hanif Alatas dan Biro Hukum FPI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pemeriksaan terhadap mereka rencananya akan dilakukan pada Selasa (1/12/2020) besok. Mereka diperiksa dengan status sebagai saksi.

BACA JUGA:

“Kita jadwalkan besok pemanggilannya untuk bisa hadir dilakukan pemeriksaan”, kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/11).

Dalam perkara ini, penyidik mempersangkakan calon tersangka dengan pasal berlapis.

Yusri merincikan, berdasar hasil gelar perkara penyidik mempersangkakan calon tersangka dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Pasal 93 itu sendiri berbunyi; Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta.

Selain itu, calon tersangka juga dipersangkakan dengan Pasal 160 dan 216 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 160 KUHP berbunyi; Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

BACA JUGA:

Sedangkan, Pasal 216 ayat (1) berbunyi; Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp9.000.

“Kemarin sudah kita lakukan pemanggilan beberapa saksi-saksi yang tersangkut ke Pasal 160 KUHP atau Pasal 93 di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan di Pasal 216 KUHP,” pungkasnya. (ARN)

Sumber: SuaraJakarta.com

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: