NewsTicker

Perang Antara Poros Perlawanan dan Poros Zionis-Amerika

Perang Antara Poros Perlawanan dan Poros Zionis-Amerika Poros Zionis

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Upaya Amerika untuk melemahkan poros perlawanan tidak membuahkan hasil. Pembunuhan komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, serta Mohsen Fakhrizadeh, merupakan respons yang sangat lemah terhadap semua kekalahan strategis yang diderita.

Konfrontasi antara Front Perlawanan dan poros Israel-Arab-Barat di kawasan, telah mencapai titik sensitif, tetapi tingkat konflik dan besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh masing-masing pihak terhadap pihak lain tidak dapat dibandingkan di antara mereka.

BACA JUGA:

Pembunuhan Panglima Soleimani pada awal tahun 2020, dan pembunuhan martir Mohsen Fakhrizadeh pada hari Jumat, 27 November 2020, menunjukkan fakta bahwa poros yang dipimpin oleh Amerika dan Zionis telah gagal untuk mencegah poros perlawanan yang meluas dan menyebar di seluruh wilayah. Oleh karena itu Zionis berusaha menghalangi proses ini dengan menghilangkan beberapa elemen yang berpengaruh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Poros Perlawanan memberikan pukulan telak terhadap Zionis dan Amerika, termasuk: Kemenangan Hizbullah atas Israel dan berakhirnya mitos tentara tak terkalahkan pada perang 2006, mengakhiri mitos ISIS, serangan rudal ke pangkalan Ain Al-Assad sebagai tanggapan atas pembunuhan martir Jenderal Qassem Soleimani, serangan perlawanan Yaman ke Saudi, yang terbaru menargetkan instalasi minyak di pelabuhan Jeddah, evakuasi sejumlah pangkalan Amerika di kawasan, termasuk di Irak, dan serangan rudal ke Golan yang diduduki pada 2018 untuk pertama kalinya setelah 1974, jatuhnya pesawat mata-mata canggih Amerika di Iran Selatan pada tahun 2019, serangan rudal ke markas teroris di Deir Ezzor pada tahun 2018, penangkapan Habib Kaabi, yang dikenal sebagai Habib Asyoud, pemimpin organisasi teroris Al-Ahwaz, dan lainnya.

BACA JUGA:

Apa yang disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil dari kerugian yang ditimbulkan oleh poros perlawanan terhadap poros Isrel-Arab-Barat, dan dalam konteks ini Zionis telah gagal. Oleh karena itu poros Isrel-Arab-Barat terpaksa membunuh orang-orang penting dan berpengaruh besar baik secara langsung atau tidak langsung.

Namun, pembunuhan orang-orang seperti Qassem Soleimani, Abu Mahdi al-Muhandis, dan martir Mohsen Fakhrizadeh, hanyalah respons yang sangat lemah terhadap semua kekalahan strategis yang diderita oleh poros Isrel-Arab-Barat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: