NewsTicker

Anggota Parlemen Eropa Ungkap Pangeran Saudi Dipindah ke “Lokasi Rahasia”

Anggota Parlemen Eropa Ungkap Pangeran Saudi Dipindah ke Salman bin Abdulaziz

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pangeran Saudi yang ditahan (tanpa dakwaan) di sebuah vila yang dijaga di Riyadh dipindah ke “Lokasi yang dirahasiakan”, menurut seorang anggota parlemen Eropa dalam sebuah surat yang dinukil oleh AFP pada hari Rabu.

AFP mengatakan bahwa ia telah melihat sepucuk surat yang dikirim oleh Mark Tarbella kepada duta besar Saudi untuk Uni Eropa, dan menyatakan bahwa pangeran dan ayahnya telah dipindahkan dari vila “ke lokasi yang dirahasiakan”.

BACA JUGA:

Surat yang ditulis pada Selasa itu, mengindikasikan bahwa “Perampasan kebebasan pangeran menunjukkan kesewenang-wenangan dan pelanggaran mencolok terhadap kewajiban domestik dan internasional Arab Saudi”.

Surat itu juga menambahkan, “Saya mendesak Anda (Dubes Saudi untuk UE) untuk meminta pemerintah Saudi segera mengungkapkan keberadaan Pangeran Salman dan ayahnya, Abdulaziz bin Salman”.

Langkah ini dilakukan hampir tiga tahun setelah Pangeran Salman bin Abdulaziz ditahan, dan mencerminkan pembangkangan kerajaan terhadap tekanan internasional untuk membebaskannya dan kemungkinan akan ada pemeriksaan ulang catatan hak asasi manusia dengan datangnya Presiden AS yang baru Joe Biden.

Pangeran Salman bin Abdulaziz (37 tahun) dan ayahnya telah ditangkap sejak Januari 2018 sebagai bagian dari kampanye penangkapan anggota keluarga kerajaan di bawah pengawasan Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai upaya untuk memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dengan menyingkirkan lawan-lawan terkuatnya.

BACA JUGA:

Pangeran Salman, lulusan dari Universitas bergengsi di Paris “Sorbonne” yang fasih dalam beberapa bahasa. Ayahnya ditahan di sel isolasi selama sekitar satu tahun di penjara al-Ha’ir dekat Riyadh, kemudian dipindah ke sebuah vila pribadi bersamanya. Ayahnya, Pangeran Abdulaziz bin Salman, lalu dipindah ke situs penahanan rahasia pada bulan Maret, menurut sumber kepada AFP.

Agustus lalu, dua organisasi hak asasi manusia “Mina” yang bermarkas di Jenewa, dan organisasi “ALQST” yang bermarkas di London mengajukan pengaduan ke PBB atas penahanan mereka, menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh “AFP.”

Kedua organisasi yang dekat dengan pangeran membenarkan bahwa pangeran dan ayahnya tidak pernah diinterogasi sejak penangkapan, artinya penangkapan mereka “tidak memiliki dasar hukum”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: