NewsTicker

Menlu Arab Saudi Banjir Ejekan dan Kecaman, Kenapa?

Menlu Arab Saudi Banjir Ejekan dan Kecaman, Kenapa? Karikatur Saudi berlumuran darah

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Adel Al-Jubeir, seorang diplomat senior Saudi yang menanggapi cuitan Zarif soal keterlibatan kerajaan dalam pembunuhan ilmuwan top Iran, banjir kecaman setelah mengklaim di Twitternya bahwa kerajaan tidak pernah “Terlibat dalam pembunuhan” dengan warga net mengingatkan kasus heboh pembunuhan yang diakui Saudi atas jurnalis Jamal Khashoggi.

Adel al-Jubeir menjabat sebagai menteri negara urusan luar negeri kerajaan, menghadapi gelombang ejekan ini setelah membela Riyadh dari tuduhan terlibat dalam pembunuhan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh dengan mengatakan bahwa Arab Saudi tidak membunuh orang, “Tidak seperti Iran”.

BACA JUGA:

Para Kritikus dengan cepat mengingatkan diplomat Saudi itu tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di tangan agen pemerintah Saudi di konsulat kerajaan di Istanbul dua tahun lalu.

Sebelumnya menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, dalam sebuah postingannya di Instagram pada hari Senin, menyebut bahwa pertemuan rahasia di Arab Saudi antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Netanyahu adalah faktor di balik pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh.

“Menteri Luar Negeri Iran Zarif sangat ingin menyalahkan kerajaan atas segala hal negatif yang terjadi di Iran,” jawab Jubeir di twitter. “Apakah dia akan menyalahkan kami atas gempa bumi atau banjir berikutnya?”.

“Bukan kebijakan Arab Saudi untuk terlibat dalam pembunuhan; tidak seperti Iran, yang telah melakukannya sejak Revolusi Khomeini pada 1979”, lanjut Al-Jubeir.

BACA JUGA:

Kontan saja postingan twitter Al-Jubeir itu penuh jawaban yang mengingatkan dirinya atas pembunuhan dan penghilangan jasad jurnalis Khashoggi pada Oktober 2018 yang sudah diakui sendiri oleh Arab Saudi.

Khashoggi, seorang jurnalis berusia 59 tahun yang menulis untuk Washington Post dan Middle East Eye, mengunjungi konsulat kerajaan untuk mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk meresmikan pernikahannya dengan tunangan Turki Hatice Cengiz, yang kini gigi menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan tunangannya itu.

Diantara tanggapan untuk postingan Al-Jubeir itu, juru bicara misi Iran di PBB, Alireza Miryousefi, memposting tangkapan layar dari artikel Guardian berjudul “Putra Mahkota Saudi ingin mengejar Jamal Khashoggi ‘Dengan peluru’.

BACA JUGA:

Seorang komentator juga menanggapi dengan pertanyaan mengejek, “apakah Khashoggi meninggal dalam tidurnya?, sementara yang lain meninggalkan gambar dan gif jurnalis yang terbunuh itu, lelucon kelam, dan tautan ke artikel-artikel berita.

Sunjeev Bery, direktur eksekutif kelompok advokasi Freedom Forward, membandingkan klaim Jubeir dengan sesuatu yang mungkin ditemukan di situs satir, bertanya dalam tweet “Apakah akun ini dijalankan oleh @TheOnion?”.

Arab Saudi awalnya membantah pembunuhan Khashoggi, bersikeras ia telah meninggalkan pos diplomatik Riyadh hidup-hidup. Tetapi beberapa minggu setelah pembunuhan itu, para pejabat mengakui bahwa jurnalis tersebut telah dibunuh.(ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: