NewsTicker

Lavrov: Kebijakan Sembrono Barat Tingkatkan Terorisme dan Eksodus Pengungsi

Lavrov: Kebijakan Sembrono Barat Tingkatkan Terorisme dan Eksodus Pengungsi Sergey Lavrov

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Meningkatnya terorisme dan timbulnya eksodus pengungsi terjadi sebagai akibat dari tindakan destruktif oleh negara-negara Barat di Timur Tengah dan Afrika Utara. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sebuah pidato video kepada peserta dari konferensi internasional Dialog Mediterania mengatakan bahwa ini adalah harga yang tidak dapat diterima untuk kebijakan yang tidak bertanggung jawab.

“Sayangnya, kekayaan potensi pemersatu Mediterania tidak digunakan saat ini, pada dasarnya wilayah selatan kawasan masih menderita banyak masalah: ancaman teroris, meningkatnya kejahatan terorganisir, situasi kemanusiaan yang sulit, berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan hak-hak minoritas nasional, yang menyebabkan eksodus massal pengungsi dan migran. Situasi umat Kristiani di Timur Tengah yang dianiaya sangat memprihatinkan”, tandasnya sebagaimana dikutip TASS, Jumat (04/12).

BACA JUGA:

“Ini adalah harga yang sangat tinggi dan tidak dapat diterima untuk permainan politik yang tidak bertanggung jawab dari Washington dan sekutu Eropanya, yang memutuskan untuk menguji model tatanan dunia unipolar di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara, memaksakan resep untuk pembangunan yang mengabaikan nilai-nilai negara-negara dan bangsa-bangsa ini”.

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia itu, negara-negara Barat berusaha untuk memperkenalkan gagasan tentang tatanan dunia berdasarkan aturan yang mereka buat di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Mereka sama sekali mengabaikan struktur hukum internasional universal. Situasi ini diperparah oleh pandemi virus corona yang menyebabkan peningkatan ketidakstabilan sosial-ekonomi, yang terutama melanda lapisan penduduk yang tidak terlindungi”, kata Lavrov.

BACA JUGA:

Diplomat top Rusia itu juga menunjukkan bahwa mayoritas masalah bersifat lintas batas, dan bahwa masalah yang muncul di satu wilayah menyebar ke wilayah lain di dunia dengan cepat. “Masalah militan teror asing adalah masalah yang perlu perhatian khusus. Mereka ambil bagian dalam kegiatan militer di kawasan, lalu kembali ke negara asalnya, melakukan sabotase, propaganda, dan perekrutan di sana,” tegasnya.

Saya pikir akan menjadi kepentingan bersama kita untuk melakukan segala kemungkinan agar Mediterania tidak menjadi tempat konfrontasi, tetapi jembatan penghubung antara Utara dan Selatan, sehingga orang-orang yang tinggal di siana menikmati manfaat dari perdamaian dan kemakmuran. Sulit untuk mencapai itu, tetapi itu mungkin jika kita bersatu. Rusia siap untuk terus memfasilitasi pencapaian hasil seperti itu dengan cara apapun yang memungkinkan,” ujar Lavrov menyimpulkan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: