NewsTicker

Sindikat Jurnalis Palestina Serukan Boikot Media Israel

Sindikat Jurnalis Palestina Serukan Boikot Media Israel Kumpulan Jurnalis Palestina

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Sindikat Jurnalis Palestina (PJS) menyerukan kepada wartawan Palestina untuk memboikot media massa Israel menyusul laporan yang “Menyimpang” tentang orang-orang Palestina yang disiarkan oleh Saluran 13 Israel.

Dalam pernyataan yang diposting di halaman Facebook-nya, PJS meminta warga Palestina untuk mengambil peran mereka dalam mencegah “Distorsi berbahaya seperti itu”.

BACA JUGA:

PJS mengatakan bahwa mereka telah berulang kali menyerukan untuk memboikot media Israel dan wartawan Israel, yang memasuki wilayah Palestina sebagai “Penjajah” dan berada “Di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel”.

Menurut pernyataan PJS, “Setiap perlakuan atau pertemuan dengan media Israel, atau menawarkan bantuan logistik bagi mereka selama mereka masuk ke wilayah Palestina dianggap sebagai kejahatan normalisasi yang ditolak secara nasional dan populer”.

Merujuk pada laporan “Terdistorsi”, yang mengabaikan penderitaan hidup warga Palestina yang disebabkan oleh pendudukan Israel, PJS menegaskan bahwa pemilik restoran, toko kopi, dan hotel Palestina yang dimunculkan dalam laporan tersebut adalah “Murahan”.

BACA JUGA:

PJS menegaskan kembali bahwa wartawan Israel, “Memaksakan narasi mengenai pendudukan Israel yang tidak mencerminkan kenyataan di lapangan, dan menghapus tayangan yang mencerminkan konsekuensi (sesungguhnya) dari kejahatan Israel dan pembatasan pendudukan terhadap ekonomi warga Palestina”.

Mengakhiri pernyataan tersebut, PJS menyatakan “Jurnalis dan media massa Palestina menjadi sasaran penindasan Israel, terkadang di depan jurnalis Israel atau dengan dukungan mereka. PJS menganggap bantuan apa pun kepada media dan jurnalis Israel sebagai pendorong kejahatan Israel ini”.

PJS menekankan bahwa “Tidak akan memaafkan atau menunjukkan belas kasihan kepada warga Palestina yang berurusan dengan media Israel”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: