NewsTicker

Penguasa UEA Beli 50 Persen Saham Klub Bola Israel

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM – Hamad Bin Khalifa Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi, pada Hari Senin memborong sekitar 50 persen saham di klub sepak bola Israel, Beitar Jerusalem, yang penggemarnya dikenal karena yel-yel rasis mereka terhadap orang-orang Arab dan Muslim.

Kesepakatan itu menyetujui investasi 300 juta syikal (hampir 92 juta dolar) selama periode 10 tahun, dan ditengahi oleh Naum Koen, seorang pengusaha Israel kelahiran Ukraina yang berbasis di Uni Emirat Arab.

 

Laporan pertama dari kesepakatan potensial ini muncul pada bulan September, hanya beberapa hari sebelum UEA, Bahrain dan Israel menandatangani kesepakatan yang menormalkan hubungan mereka di Washington.

Baca: Industri Prostitusi, Bagian dari Kesepakatan Normalisasi UEA-Israel

Pemilik Beitar, Moshe Hogeg, melakukan perjalanan ke Dubai pada 3 Desember bersama dengan CEO klub Moni Brosh dan ketua Eli Ohana, berharap untuk menandatangani kesepakatan sebelum akhir tahun.

“Selain itu, putra Nahyan, Mohammad akan menjadi bagian dari dewan direksi baru klub, yang akan mewakili (ayahnya) dalam semua hal yang berkaitan dengan klub,” kata pernyataan itu.

“Kami bersama-sama memimpin klub, kami semua, menuju era baru koeksistensi, pencapaian, dan persaudaraan untuk klub kami, komunitas kami, dan olahraga Israel,” kata Hogeg dalam pernyataan itu.

Penggemar Beitar Jerusalem secara historis dianggap anti-Muslim dan anti-Arab, dengan kelompok penggemar sayap kanan yang dikenal dengan nama La Familia.

Baca: “Bulan Madu” Menggairahkan Uni Emirat Arab dan Israel

Klub divisi pertama ini adalah satu-satunya tim Israel yang tidak pernah menurunkan pemain Arab, tetapi telah berupaya mengubah citranya dalam beberapa tahun terakhir, dan pada 2017 menerima penghargaan atas ‘perjuangannya’ melawan rasisme.

Sejak normalisasi hubungan, baik UEA dan Bahrain telah menandatangani banyak kesepakatan dengan Israel, mulai dari pariwisata hingga penerbangan dan layanan keuangan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: