NewsTicker

Ahli Militer: Penyitaan Kapal Turki oleh Libya Pukulan Telak bagi Ankara

Turki, ARRAHMAHNEWS.COM – Ahli militer Mesir, Mayor Jenderal Samir Ragheb, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini, bahwa penahanan kapal Turki di perairan teritorial Libya merupakan pukulan kuat bagi Turki dan kehadiran militernya di wilayah Libya.

Ragheb mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan RT yang dikutip Al-Masdar pada Rabu (09/12), bahwa langkah pasukan angkatan laut Tentara Nasional Libya merupakan pukulan besar bagi dominasi Turki di Libya, terutama dalam hal jembatan darat dari negara mereka ke pelabuhan Misrata

“Apa yang terjadi bisa terulang lagi dengan kapal-kapal lain yang mungkin membawa peralatan militer dan tentara bayaran, dimana hal ini dianggap sebagai pukulan telak bagi Turki dan kehadiran militer Turki di Libya, yang bisa memaksa pihak Turki untuk memberikan perlindungan pada fregat militer maupun untuk kapal angkut sipil yang beroperasi di jembatan laut tersebut, ”lanjutnya.

Baca: Turki Cegah Pasukan Jerman Geledah Kapal yang Diduga Bawa Senjata ke Libya

“Hal ini (juga) dapat menyebabkan bentrokan militer antara angkatan laut tentara Libya dan unsur-unsur angkatan laut Turki, terutama karena pihak Turki tidak dapat melakukan operasi militer angkatan laut untuk menyerang pantai Libya di daerah barat Misrata, karena adanya garis merah yang ditetapkan oleh Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi (Sirte – Al-Jufra), yang didukung oleh kekuatan regional dan internasional, dan sesuai dengan keputusan PBB untuk menerapkan gencatan senjata, yang mencakup perairan teritorial Libya,” tambah Ragheb.

Sebuah kapal Turki yang menuju ke pelabuhan Misrata di Libya ditahan pada Selasa pagi oleh pasukan yang setia kepada panglima perang Libya Khalifa Haftar.Pasukan Haftar menahan kapal dan 17 awaknya, termasuk sembilan warga Turki. Mereka mengklaim awak kapal tidak mematuhi instruksi.

Baca: Turki Kirim Rudal ke Libya untuk Gempur Kota Jafra dan Sirte

Ahmed Al-Mismari, juru bicara Haftar, mengatakan di akun media sosialnya bahwa kapal kargo komersial berbendera Jamaika Mebruka, yang pemiliknya dinyatakan sebagai seorang Turki, ditangkap oleh milisi Haftar. Pasukan Haftar mengklaim kapal memasuki daerah terlarang dan tidak menanggapi panggilan dan mundur ke pelabuhan Ras al-Hilal. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: