NewsTicker

Bin Salman Sangkal Upaya Pembunuhan atas Mantan Kepala Intelijen Saudi

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman menyangkal tuduhan bahwa ia telah mengirim regu pembunuh untuk menghabisi mantan kepala intelijen yang diasingkan, Saad Al-Jabri. Penguasa de-facto Kerajaan itu kini tengah menghadapai tuntutan oleh Al-Jabri yang berusia 62 tahun di pengadilan AS.

Percobaan penculikan dan pembunuhan diduga telah direncanakan hanya beberapa hari setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.

Menurut kasus yang diajukan oleh Al-Jabri, Bin Salman secara pribadi mengendalikan tim tentara bayaran yang dikenal sebagai Pasukan Harimau “untuk memenuhi hasrat membunuhnya” dan berupaya melakukan pembunuhan terhadapnya di Kanada. Tuntutan 106 halaman yang diajukan oleh Al-Jabri di Washington DC pada Agustus mengklaim bahwa pangeran mahkota itu menginginkan ia dibunuh karena dirinya memiliki “informasi yang memberatkan”. Dinyatakan bahwa pewaris takhta Saudi itu telah memperoleh fatwa (opini) agama yang mengesahkan pembunuhan mantan pejabat tinggi intelijen tersebut.

Baca: Kenapa Hakim AS Bela Al-Jabri Daripada Putra Mahkota Saudi?

Al-Jabri mengajukan tuntutan melalui Statuta Penyiksaan Orang Asing Amerika dan Undang-Undang Perlindungan Korban Penyiksaan 1991, di mana warga negara asing dapat mengajukan pengaduan di AS atas pelanggaran hak asasi manusia. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: