NewsTicker

Houthi: AS Bantai Warga Sipil Yaman Agar Pabrik Senjata Tetap Beroperasi

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman mengatakan Amerika Serikat membunuh warga sipil Yaman secara massal untuk menjaga produksi di perusahaan manufaktur senjata utamanya tetap berjalan, menurunkan tingkat pengangguran, melunasi hutang dan memajukan plot rezim Israel di kawasan.

“Warga sipil Yaman terbunuh setiap hari serangan koalisi Saudi-Emirat-AS dan sekutu mereka. Mereka terbangun karena suara ledakan bom buatan AS, terkena gas beracun, menyaksikan pembunuhan massal terutama perempuan, anak-anak, dan orang tua,” televisi al-Masirah mengutip Mohammed Ali al- Houthi yang menulis dalam sebuah tweet.

Baca:

Dia menambahkan, “Ini membuktikan fakta bahwa AS tidak hanya menjadi sumber perhatian, tetapi juga penyebab utama di balik pembunuhan massal rakyat Yaman.”

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Amerika Serikat menetapkan gerakan Houthi Ansarullah Yaman bersama dengan beberapa kelompok lain sebagai “Entities of Particular Concern” di bawah Undang-Undang Kebebasan Beragama Internasional Frank R. Wolf tahun 2016.

Secara terpisah, Houthi mengatakan para pejabat Amerika telah mengirim pesan rahasia ke Sana’a, dan mengklaim bahwa perdamaian dan stabilitas di Yaman ada di tangan AS, bukan Arab Saudi.

“Orang Amerika melalui perantaranya telah menyampaikan pesan bahwa tidak akan ada perdamaian jika mereka tidak memberikan persetujuan untuk itu, dan kepuasan Arab Saudi tidak diperhitungkan sama sekali,” tulis pejabat senior Yaman dalam tweet yang diterbitkan dengan hashtag (berbahasa Arab) “Pengepungan AS adalah pembunuh rakyat Yaman”.

Dalam tweet lain dengan tagar yang sama, Houthi menulis bahwa mantan Duta Besar AS untuk Yaman Matthew Tueller telah mengancam depresiasi tajam riyal Yaman terhadap mata uang utama dunia, dan menambahkan bahwa itu menjelaskan mengapa Washington disebut sebagai penghilang negara Yaman.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintahan Donald Trump memutuskan pada bulan Maret untuk menghentikan pengiriman bantuan ke Yaman seperti yang telah dilakukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebelumnya.

Baca: Bashar Assad: Erdogan dan Macron Sama-sama Manipulator Agama

“Tindakan itu bertentangan dengan hukum internasional. Mereka bertanggung jawab penuh untuk memberikan bantuan, karena mereka telah mengepung dan menyerang negara berdaulat dan merdeka di Yaman tanpa pembenaran apapun,” kata Houthi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: