NewsTicker

Iran Segera Produksi 1,3 Juta Mobil Ditengah Sanksi AS

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang wakil menteri industrI Iran mengatakan bahwa Produsen mobil negara itu akan memproduksi lebih dari 1,3 juta mobil tahun depan, menandai lonjakan produksi 50 persen meski berada ditengah sanksi AS.

Iran Khodro [IKCO] dan Saipa adalah dua pabrikan lokal terbesar, yang telah mengisi kekosongan sejak Peugeot dan Renault Prancis keluar dari Iran bersama dengan perusahaan internasional lainnya setelah sanksi AS pada 2018, menciptakan krisis pasokan yang membuat harga mobil melonjak ke ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketika dampak dari keluarnya perusahaan asing yang tiba-tiba mulai terjadi, kedua pembuat mobil ini mengumpulkan produsen suku cadang lokal untuk memproduksi kendaraan buatan Iran. Kementerian pertahanan bergabung untuk memproduksi suku cadang mobil berteknologi tinggi yang biasa diimpor Iran.

Baca: Legislator: UU Kontra-Sanksi Kesempatan Bagus Kembangkan Industri Nuklir Iran

Menurut pembuat mobil lokal, 154 suku cadang mobil utama telah diproduksi secara internal, menghemat devisa negara sekitar 400 juta euro.

“Untuk memproduksi suku cadang mobil secara internal, kami telah memulai 82 proyek manufaktur in-house dengan Kementerian Pertahanan dan perusahaan berbasis pengetahuan dan Wakil Presiden untuk Sains dan Teknologi,” ujar CEO Saipa, Seyyed Javad Soleimani, pada Hari Selasa.

Lebih dari 100.000 orang dipekerjakan oleh IKCO dan Saipa, sementara 700.000 orang Iran lainnya bekerja di industri yang terkait dengan pembuatan mobil. Industri otomotif berada di urutan kedua setelah sektor energi Iran, menyumbang sekitar 10 persen dari produk domestik bruto dan 4 persen lapangan kerja.

Baca: Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Mobilisasi Maksimum Hadapi Ancaman Musuh

Ketika pemerintahan Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada Agustus 2018, itu menjadi pukulan telak pertama Washington bagi industri mobil untuk menyakiti sebanyak mungkin orang Iran.

Ironisnya, tekanan AS ini justru membantu pabrikan dalam negeri berkembang di bawah situasi baru melalui mobilisasi sumber daya mereka untuk memenuhi beberapa kekosongan yang sebelumnya hanya merupakan kompetensi eksklusif perusahaan asing. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: