NewsTicker

Senjata Pembunuh Ilmuwan Iran Milik NATO

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Sekretaris Dewan Kebijakan Kemanfaatan Iran mengatakan bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh martir Mohsen Fakhrizadeh adalah milik NATO.

Rezaei menginformasikan kepada wartawan tentang laporan yang disampaikan kepada Dewan Kemanfaatan oleh Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Bagheri pada hari Rabu (09/12) yang membuktikan fakta tersebut.

Mayjen Bagheri menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, organisasi teroris telah berulang kali mencoba untuk membunuh Dr. Fakhrizadeh dan upaya mereka berhasil digagalkan, tetapi kali ini dengan menggunakan teknologi canggih dan melalui laser dan senjata canggih yang dipandu oleh satelit, mereka berhasil melakukan operasi ini.”

Baca: IRGC ke Israel: Tunggu Tanggapan Iran atas Pembunuhan Fakhrizadeh

Rezaei menambahkan bahwa menurut laporan Mayjen Bagheri, senjata bekas itu dilengkapi peredam, sehingga keluarga Fakhrizadeh tidak bisa mendengar suara tembakan.

“Mayor Jenderal Bagheri mengatakan bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh martir Mohsen Fakhrizadeh adalah milik NATO,” tambah Rezaei.

Sebelumnya Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Laksamana Ali Fadavi mengatakan pada hari Minggu bahwa Martir Fakhrizadeh memiliki 11 pengawal dan ledakan mobil pertama bertujuan untuk menghilangkan perlindungan pengawalan atasnya.

Baca: Iran: Dunia Lebih Aman Tanpa Israel

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa musuh telah mengerahkan artifisial intelijen dan senapan mesin otomatis yang dikendalikan oleh satelit.

Fadavi mengatakan bahwa senapan mesin memiliki kamera canggih dan menembak sebanyak 13 kali, menambahkan bahwa tidak ada elemen teroris di tempat kejadian.

“Pistol itu difokuskan hanya pada Martir Fakhrizadeh, dan istrinya tidak ditembak, meski jaraknya beberapa sentimeter. Ketua tim perlindungan juga ditembak empat kali karena menghempaskan diri ke arah Shahid Fakhrizadeh, dan tidak ada musuh di lokasi untuk menembak para penjaga,” tegasnya.

Komandan selanjutnya mengatakan bahwa Martir Fakhrizadeh ditembak beberapa kali dan mengalami pendarahan akibat cedera tulang belakang dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: