NewsTicker

AS Sanksi 5 Pejabat Yaman, Houthi: Ini Tindakan Terorisme

AS Sanksi AS 5 Pejabat Yaman, Houthi: Ini Tindakan TerorismeAS Sanksi AS 5 Pejabat Yaman, Houthi: Ini Tindakan Terorisme Pejuang Rakyat dan Bangsa Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Gerakan Houthi Ansarullah Yaman mengutuk sanksi Amerika Serikat terhadap lima warga dan anggota gerakan rakyat Yaman, menyebutnya sebagai “tindakan terorisme Amerika” terhadap negara Arab yang dilanda perang itu.

Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi sebagai peningkatan tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump yang keras terhadap kelompok rakyat tersebut.

BACA JUGA:

Departemen AS, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (10/12), mengumumkan bahwa AS menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat termasuk Wakil Direktur Badan Keamanan Nasional Yaman, Mutlaq Amer al-Marani, Kepala Kantor Keamanan Politik Mayor Jenderal Abdul Qader al-Shami, dan Abdul Hakim al-Khawani, yang menjalankan Badan Keamanan Nasional. Pernyataan itu mengatakan bahwa mereka yang ditarget dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Mohammed Ali al-Houthi, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, mengutuk sanksi AS terhadap pejabat Ansarullah Yaman sebagai “Tindakan teroris”.

“Sanksi baru-baru ini oleh Amerika Serikat, yang mereka juga memerintahkan agresi dan serangan terhadap rakyat Yaman, dikutuk dan dipandang sebagai tindakan ilegal. Tidak ada putusan yang memungkinkan Amerika Serikat untuk memberikan sanksi kepada pihak lain,” tulis Houthi dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter resminya.

Houthi menambahkan, “Langkah AS untuk memasukkan negara-negara lain dalam daftar sanksi adalah alasan lain mengapa Amerika Serikat tidak mengakui tatanan dunia yang diwakili oleh Dewan Keamanan”.

BACA JUGA:

Anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman menggambarkan sanksi Washington itu sebagai “terorisme Amerika”.

Sebelumnya, Houthi telah menyatakan bahwa Amerika Serikat membunuh warga sipil Yaman secara massal untuk menjaga produksi di perusahaan manufaktur senjata utamanya berjalan, menurunkan tingkat pengangguran, melunasi utangnya, dan memajukan plot rezim Israel di kawasan.

“Orang-orang Yaman terbunuh setiap hari oleh koalisi agresi AS-Saudi-Emirat dan sekutu mereka. Mereka terbangun karena suara ledakan bom buatan AS, terkena gas beracun, menjadi saksi pembunuhan massal dan ingat,  wanita, anak-anak, serta orang tua  meninggal sebagai akibatnya,” tulisnya dalam sebuah cuitan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: