NewsTicker

Israel Resmi Gabung Aliansi Keamanan Internasional Bentukan UEA-Prancis

Israel Resmi Gabung Aliansi Keamanan Internasional Bentukan UEA-Prancis Bendera Israel dan UEA

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM Menurut laporan Jerusalem Post, Israel resmi bergabung dengan Aliansi Keamanan Internasional (ISA), sebuah kelompok yang berbasis di Abu Dhabi yang diklaim dibentuk untuk memerangi kejahatan terorganisir dan transnasional. Menteri Keamanan Publik Israel, Amir Ohana, menggambarkan langkah tersebut sebagai “langkah penting dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan.

“Atas nama pemerintah Israel, kami bangga Anda telah memilih kami menjadi anggota aliansi penting ini,” kata Ohana. “Kemajuan dengan dunia Arab bersama dengan hubungan yang sangat baik dengan rekan-rekan Eropa kami akan memungkinkan kami untuk berkontribusi pada aliansi, yang menyentuh beberapa masalah paling penting di bidang keselamatan dan keamanan dalam negeri,” tambahnya saat berterima kasih kepada mitranya di UEA, Sheikh Saif Bin Zayed Al-Nahyan, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri.

BACA JUGA:

Pernyataan dari Al-Nahyan yang dipublikasikan oleh kantor berita resmi UEA, WAM, dan dikutip MEMO pada Jumat (11/12), menyebutkan bahwa keanggotaan Israel dalam kelompok tersebut akan membantu memperkuat aliansi. Ia menunjukkan bahwa kerja sama internasional telah membantu mengatasi tantangan global, seperti pandemi virus corona, “Demi kebaikan dunia dan kemanusiaan pada umumnya”.

Sebagai anggota kesepuluh ISA, Israel berdiri bersama UEA, Prancis, Bahrain, Italia, Senegal, Spanyol, Singapura, Maroko, dan Slovakia. Aliansi ini didirikan pada 2018 oleh UEA dan Prancis dengan Kementerian Dalam Negeri menjadi tuan rumah Sekretariat Jenderal. Aliansi ini mengklaim didirikan untuk menghadapi kejahatan terorganisir dan transnasional dari berbagai jenis.

BACA JUGA:

Langkah Israel ini diambil setelah normalisasi hubungan dengan UEA, Bahrain dan Sudan. Kemarin, Maroko menjadi negara keempat yang mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan itu sejak Agustus.

Palestina mengecam kesepakatan normalisasi ini. Mereka menuduh negara-negara Arab pelaku normalisasi dan mengesampingkan tujuan perdamaian dengan meninggalkan tuntutan lama bahwa Israel harus menyerahkan tanah yang mereka duduki kepada Palestina. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: