NewsTicker

Hamas: Aneksasi Israel Diterapkan dengan Penghancuran Rumah Warga Palestina

Hamas: Aneksasi Israel Diterapkan dengan Penghancuran Rumah Warga Palestina Rumah Warga Palestina Hancur

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengatakan bahwa saat ini Israel tengah melaksanakan rencana pencaplokannya dengan terus menghancurkan rumah-rumah dan bangunan milik warga Palestina serta menyita tanah-tanah mereka. Hamas menyerukan dibentuknya front persatuan nasional melawan rezim pendudukan.

“Meningkatnya pembongkaran rumah, peningkatan pembangunan permukiman, dan penyitaan tanah, semua ini menunjukkan implementasi bertahap dari rencana aneksasi,” kata Hazem Qassem, juru bicara Hamas, dalam pernyataan tertulis pada hari Sabtu (12/12) yang dikutip Pusat Informasi Palestina.

BACA JUGA:

Ia menambahkan bahwa cara terbaik untuk melawan perang terbuka Israel terhadap Palestina adalah dengan membentuk front persatuan nasional melawan Tel Aviv berdasarkan strategi perjuangan bersama.

Pejabat Hamas itu juga menekankan bahwa Otoritas Palestina, yang menguasai wilayah pendudukan Tepi Barat, harus melaksanakan hasil pertemuan sekretaris jenderal faksi-faksi Palestina dan untuk mempercepat aktivasi perlawanan rakyat.

Qassem menambahkan bahwa implementasi rencana aneksasi yang dirumuskan AS saat ini terjadi di bawah kedok perjanjian normalisasi dengan beberapa rezim Arab, mengacu pada perjanjian yang ditengahi AS antara Israel dan empat pemerintah Arab, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Ia juga memperingatkan bahwa perjanjian normalisasi itu akan mendorong rezim pendudukan Israel untuk meningkatkan agresi terhadap rakyat Palestina dan merusak perjuangan mereka.

Sebelumnya pada hari Sabtu (12/12), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan bahwa otoritas Israel telah menghancurkan 52 bangunan Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur al-Quds hanya dalam waktu dua minggu.

BACA JUGA:

Ditambahkan bahwa total 49 bangunan telah dihancurkan di Tepi Barat. Pasukan Israel juga merobohkan tiga bangunan di Yerusalem Timur al-Quds antara 24 November dan 7 Desember, menyebabkan 67 warga Palestina mengungsi dan menyebabkan kerugian bagi sekitar 860 lainnya.

Secara terpisah, Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa 200 keluarga Palestina diperkirakan akan terusir dari rumah mereka di Yerusalem Timur al-Quds.

Menurut pernyataan tersebut, 14 keluarga telah kehilangan rumah mereka di lingkungan Batan al-Hawa sejak 2015, dan lebih dari 80 rumah tangga lainnya menghadapi tuntutan penggusuran dan berada dalam risiko pengusiran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: