NewsTicker

Jurnalis Al-Jazeera Tuntut Putra Mahkota Saudi dan UEA atas Peretasan Ponsel

Jurnalis Al-Jazeera Tuntut Putra Mahkota Saudi dan UEA atas Peretasan Ponsel Ghada Oueiss

Qatar, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang pembawa berita terkemuka untuk jaringan berita televisi berbahasa Arab Al Jazeera yang berbasis di Qatar mengajukan gugatan di pengadilan Amerika Serikat terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed (MbZ) Al Nahyan atas tuduhan meretas teleponnya, mencuri dan mengedit foto-fotonya, kemudian menyebarkannya di medsos untuk mengintimidasinya.

Ghada Oueiss mengajukan kasus ini ke Pengadilan Distrik Selatan Florida terhadap bin Salman dan bin Zayed, bersama dengan pejabat Saudi dan Emirat serta warga Amerika lainnya.

BACA JUGA:

“Nona Oueiss membawa tindakan ini melawan semua tergugat, domestik dan asing, yang bertanggung jawab atas peretasan yang melanggar hukum dan penyebaran informasi pribadinya ke seluruh dunia,” bunyi gugatannya di pengadilan.

“Setiap aktor harus bertanggung jawab atas tindakan melanggar hukum dan konspirasi mereka terhadap Oueiss, dan gugatan ini menandai awal dari perjalanan menuju keadilan untuk Nona Oueiss”, bunyi pernyataan gugatan itu lebih lanjut.

Gugatan tersebut menekankan bahwa Oueiss jadi incaran rezim Saudi setelah ia membawakan laporan pembunuhan brutal terhadap Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi di kedutaan besar kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

BACA JUGA:

Gugatan pengadilan mengatakan, kampanye melawan Oueiss adalah “Serangan yang direncanakan, yang dimaksudkan untuk menghancurkan reputasinya, kehidupan pribadi, dan kariernya”, dan bahwa ia telah menjadi sasaran bersama Emirat dan Saudi yang terkoordinasi.

Penyiar asal Lebanon itu mengatakan bahwa hampir 20 terdakwa mengatur operasi yang bertujuan merusak karakter dan karir jurnalistiknya karena ia secara kritis melaporkan pelanggaran hak asasi manusia Riyadh dan Abu Dhabi di Timur Tengah.

Para terdakwa itu meliputi juga Sharon Collins yang tinggal di Florida dan Hussam al-Jundi, yang diduga bertanggung jawab atas peretasan telepon Oueiss dan mencuri foto-fotonya, termasuk tangkapan layar video yang dibuat untuk membuatnya tampak telanjang dan disebarluaskan di media sosial. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: