NewsTicker

Inilah Alasan 4 Simpatisan FPI Pasuruan yang Ancam Gorok Mahfud MD

Inilah Alasan 4 Simpatisan FPI Pasuruan yang Ancam Gorok Mahfud MD 4 Tersangka yang Ancam Gorok Mahfud MD

Surabaya, ARRAHMAHNEWS.COM Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur menangkap empat orang pengancam MenkoPolhukam Mahfud MD, Minggu (13/1/2020).

Mereka terbukti menyebarkan ujaran kebencian dan mengancam akan membunuh MenkoPolhukam Mahfud MD di media sosial.

BACA JUGA:

Para pelaku diketahui merupakan simpatisan Front Pembela Islam (FPI).

Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Keempat simpatisan FPI Pasuruan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38) Warga Dusun Warungdowo Selatan, Pohjentrek, Pasuruan; Abdul Hakam (39), warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan; Moch Sirojuddin (37) warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan dan Samsul Hadi (40) warga Dusun Rembang, Grati, Pasuruan.

“Mereka sudah ditangkap dan ditahan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jawa Timur, Minggu sore.

Polisi bergerak berdasarkan 2 laporan yang masuk yakni, laporan pada 3 dan 11 Desember 2020. Materi yang dilaporkan yakni akun YouTube Amazing Pasuruan.

“Dalam video di akun tersebut, tersangka MN merekam dirinya dan mengancam MenkoPolhukam Mahfud MD dengan menggunakan bahasa daerah tertentu”, ujarnya.

Mahfud MD Tak Sebut Gelar

Pada intinya, ancaman pembunuhan karena MenkoPolhukam Mahfud MD menyebut pemimpin FPI tanpa gelar habib.

Menurut Trunoyudo, video yang diperagakan tersangka MN itu beredar luas, termasuk di grup WhatsApp.

Keterangan Kabid Humas Polda Jatim juga diperkuat oleh Dirreskrimsus Polda Jatim bahwa “Mereka saling kenal, sama-sama orang Pasuruan”.

BACA JUGA:

Kombes Gidion Arif Setyawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (13/12/2020). Tak hanya itu, Gidion menyebut mereka juga tergabung dalam grup pembela Habib Rizieq.

“Kemudian dalam grupnya, saya tidak memberikan persepsi tapi memberikan fakta bahwa grupnya adalah grup namanya Front Pembela IB HRS, rekan-rekan bisa simpulkan sendiri”, imbuh Gidion.

Sebelumnya, tersangka Nawawi menyebarkan video ancaman di akun YouTubenya Amazing Pasuruan. Lalu, video tersebut juga disebarkan tiga tersangka lainnya lewat WhatsApp grup (WAG).

Sementara dari kasus ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari handphone milik tersangka hingga tangkapan layar video dan bukti penyebaran video melalui grup WhatsApp.

Keempat tersangka ini, dijerat UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan
Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946. (ARN) (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: