NewsTicker

Harga Normalisasi, AS Resmi Hapus Sudan dari Daftar Hitam Sponsor Terorisme

Sudan, ARRAHMAHNEWS.COM – Kedutaan AS di Khartoum menyatakan bahwa Washington sekarang telah secara resmi menarik Sudan dari daftar hitam negara sponsor “terorisme” setelah pemerintah yang dipimpin militer di negara Afrika itu setuju untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Israel.

“Periode pemberitahuan kongres selama 45 hari telah berakhir dan Menteri Luar Negeri telah menandatangani pemberitahuan yang menyatakan pembatalan penunjukan Sponsor Terorisme Negara Sudan efektif mulai hari ini (14 Desember), yang akan diterbitkan dalam Daftar Federal,” bunyi pengumuman kedutaan AS yang diposting di akun Facebook resminya pada Hari Senin (14/12).

Sebagai harga normalisasi, Presiden AS Donald Trump pada akhir Oktober menyatakan akan menghapus Sudan dari daftar hitam negara-negara sponsor terorisme. Ini adalah sebuah langkah yang sangat diharapkan oleh pemerintah transisi negara itu karena sebutan sponsor “terorisme” dianggap sangat menghambat investasi asing.

Baca: Menteri Sudan: Tekanan Berat AS Paksa Normalisasi dengan Israel

Perkembangan itu terjadi 27 tahun setelah Washington menempatkan negara Afrika itu dalam daftar hitamnya, menuduhnya terlibat dalam serangan terhadap target-target AS di wilayah tersebut.

Pekan lalu, Menteri Informasi Sudan Faisal Mohamed Salih mengecam militer negara itu karena mengembangkan hubungan dengan rezim Tel Aviv tanpa memberi tahu pejabat sipil dewan yang berkuasa.

Salih lebih lanjut menegaskan bahwa masalah yang terkait dengan normalisasi sebenarnya telah dimonopoli oleh militer, juga mencatat bahwa kunjungan delegasi Israel ke fasilitas manufaktur militer di Sudan bulan lalu telah terjadi tanpa sepengetahuan kabinet.

Sudan menjadi negara Arab ketiga setelah Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang menandatangani kesepakatan normalisasi dengan rezim Israel sebagai bagian dari kampanye presiden Trump yang gagal.

Baca: Komite Sudan Galang Sejuta Tanda tangan Tolak Normalisasi dengan Israel

Kesepakatan normalisasi, yang dikutuk oleh Palestina sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka ini juga memicu protes besar-besaran di seluruh Sudan.

Fraksi sipil telah berulang kali menuduh militer mengambil langkah-langkah menuju normalisasi tanpa persetujuan mereka menimbulkan keraguan atas keberhasilan transisi menuju demokrasi di negara Afrika tersebut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: