NewsTicker

Lavrov: Rusia Hanya akan Akui Presiden Baru AS yang Sah secara Undang-undang

Lavrov: Rusia Hanya akan Akui Presiden Baru AS yang Sah secara Undang-undang Sergeri Lavrov

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM  Rusia akan bertindak berdasarkan hukum AS sehubungan dengan pengakuan presiden baru di negara itu, seperti yang seharusnya dalam sebuah proses pemilihan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan hal ini dalam konferensi pers hari Senin (14/12).

“Mengenai proses yang berlanjut di AS dalam konteks pemilu lalu, saya ingin menegaskan kembali bahwa Moskow tidak mengakui satu calon presiden di atas yang lain. Seorang presiden AS diakui sesuai dengan undang-undang negara. Kami akan bersikap berdasarkan hal ini,” kata Menteri Rusia tersebut, menjawab pertanyaan tentang apakah Moskow akan mengakui presiden AS yang baru setelah Electoral College memberikan suaranya.

BACA JUGA:

Di AS, presiden dipilih secara tidak langsung, melalui electorals college, masing-masing memiliki suara yang proporsional dengan populasi negara bagian mereka. Untuk menang, seorang kandidat harus mendapatkan 270 suara elektoral. Pada hari Senin, para pemilih mulai memberikan suara mereka di ibu kota negara bagian masing-masing. Hasil pemungutan suara ini akan menentukan kepala negara berikutnya. Hasil ini kemudian harus disetujui oleh kedua kamar Kongres AS. Presiden baru secara resmi akan menjabat pada 20 Januari. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: