NewsTicker

Putri Soleimani: Ayahku Monster Bagi AS tapi Penyelamat bagi Dunia

Putri Soleimani: Ayahku Monster Bagi AS tapi Penyelamat bagi Dunia Zeinab Soleimani

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM  Pergantian Presiden AS dari Donald Trump ke Joe Biden tidak mungkin membawa perubahan terkait kebijakan AS terhadap Teheran. Putri Jenderal Iran Qassem Soleimani yang gugur dalam operasi pembunuhan Washington dibawah perintah Trump, mengatakan hal ini kepada RT.

“Tidak ada perbedaan antara Biden dan Trump, mereka adalah orang yang sama. Mereka mengikuti kebijakan yang sama, tidak ada perbedaan di antara mereka. Trump memerintahkan pembunuhan ayah saya, tetapi Biden mendukungnya, jadi tidak ada bedanya,” ujar Zeinab Soleimani kepada Afshin Rattansi dari RT dalam acara Going Underground dalam sebuah wawancara yang akan disiarkan pada hari Rabu (15/12).

BACA JUGA:

Biden telah mengisyaratkan bahwa ia siap untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang dibatalkan oleh Trump pada 2018.

 

Menurut Zeinab Soleimani latar belakang Biden meninggalkan banyak ruang untuk keraguan. Ia menyebut bahwa pemerintahan Barack Obamalah yang memfasilitasi pembentukan kelompok teroris ISIS dan membuat seluruh Timur Tengah menjadi kacau. Selain itu, kebijakan AS terhadap Iran tetap hampir sama selama beberapa dekade, dan perubahan boneka di Gedung Putih tidak terlalu penting.

“Masalah yang kami hadapi dengan Amerika adalah kebijakan mereka (Washington), ini tidak akan berubah. Mereka adalah orang yang sama, dengan pikiran yang sama, cara yang sama. Dan masing-masing lebih buruk dari yang lain”

Zeinab mengatakan bahwa keputusan Trump untuk memerintahkan pembunuhan Jenderal Soleimani berasal dari fakta bahwa ayahnya membahayakan rencana AS di kawasan, apa yang dilakukan ayahnya memicu kemarahan Washington.

Jenderal Soleimani tewas awal tahun ini di luar Bandara Internasional Baghdad oleh serangan udara AS saat ia bepergian dengan mobil bersama pejabat tinggi militer Irak. Pembunuhan itu memicu duka cita nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya di Iran, serta di negara-negara lain di kawasan.

BACA JUGA:

Ia mengatakan bahwa AS menganggap ayahnya Jenderal Soleimani sebagai “monster” dan ayahnya memang monster bagi Washington, namun pada kenyataannya ayahnya adalah penyelamat sejati bagi orang-orang di negaranya dan juga negara-negara lain di Timur Tengah, bahkan Eropa dan dimanapun.

“Ayah saya melakukan pekerjaannya dengan sangat baik dan membuat mereka sangat marah. Anda melihat setiap rencana yang mereka buat di Timur Tengah hancur. Di mana pun mereka mencoba untuk masuk dan menyakiti Iran, mereka gagal. Tentu saja, bagi mereka ayah saya adalah seorang monster besar, tapi ayah saya adalah penyelamat”

“Ia menyelamatkan orang-orang, bukan hanya negaranya sendiri, tetapi untuk semua negara. Bukan hanya Timur Tengah. Ia menghancurkan Daesh, karena ia tidak ingin orang-orang tak berdosa di Eropa dibunuh. Ia memperjuangkan semua orang.”

Zeinab menegaskan bahwa pembunuhan Soleimani sama sekali bukan merupakan kemenangan bagi AS, tetapi sebenarnya menjadi bumerang, menurut putrinya. Ini menimbulkan lebih banyak kemarahan dan kebencian terhadap Washington di Iran, serta di negara-negara lain di kawasan. Pembunuhan itu membuat lebih banyak orang ingin mengikuti langkah Soleimani dan melawan AS.

BACA JUGA:

“Setelah membunuh ayah saya, Amerika mengira semuanya akan dihentikan, karena mereka membunuh Jenderal Soleimani, kekuatan Timur Tengah. Tapi mereka salah, ”katanya.

“Mereka salah besar dalam berpikir bahwa ini akan menjadi akhir dari Jenderal Soleimani, ini adalah permulaan”

Zeinab Soleimani juga menyinggung salah satu tindakan permusuhan terbaru terhadap Iran, pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka negara itu Mohsen Fakhrizadeh, yang dibunuh di dekat Teheran akhir November. Mereka yang berada di balik pembunuhan itu tentu saja “bukan manusia”, mengingat bagaimana ilmuwan itu dibunuh dengan darah dingin padahal ia hanya bekerja untuk negaranya.

“Mereka telah membunuhnya dengan seenaknya di negaranya sendiri di depan… istrinya,” katanya

“Berani-beraninya mereka datang ke negara kami dan membunuh orang dengan begitu mudah di jalanan?” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: