Surat Terbuka Niluh Djelantik “Damprat” Gubernur Bali

Surat Terbuka Niluh Djelantik "Damprat" Gubernur Bali
Niluh Djelantik, Bali

Bali, ARRAHMAHNEWS.COMNama Niluh Djelantik sudah dikenal luas sebagai desainer sepatu untuk artis-artis lokal maupun mancanegara. Disaat pandemi Covid-19 ini, Bali merasakan dampak ekonomi yang sangat parah sekali, dikarenakan Bali pemasukan terbesarnya dari bisnis pariwisata, dan saat ini kebijakan-kebijakan untuk pemulihan ekonomi dirasa kurang jelas dan bahkan tidak memberikan solusi yang cukup menarik, apalagi bagi pelaku UKM. Oleh karena itu Niluh Djelantik menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Bali karena tidak memberikan solusi yang dirasa cukup baik dalam menghadapi situasi seperti ini. Berikut isi surat terbuka Niluh Djelantik yang diunggah di akun Facebooknya:

Salam satu periode. Rakyat Bali sudah bosan makan himbauan. Surat terbuka untuk Gubernur Bali, I Wayan Koster,  Selasa, 15 Desember 2020.

Selamat malam Pak.

Apa kabar? Semoga sehat selalu ya Pak.

BACA JUGA:

Ketemu lagi nih Pak sama saya.

Hari ini saya menerima banyak pesan menanyakan tentang surat terlampir. Salah satu poinnya:

Wisatawan naik pesawat ke Bali wajib tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pak, tahu nggak kalau di beberapa daerah hasil swab baru bisa didapat setelah 3/4 hari. Tidak semua rumah sakit bisa swab tes tiap hari. Contohnya Timika, Papua. PCR TES hanya bisa hari SELASA DAN KAMIS.

Sebagian besar wisatawan sudah memesan tiket pesawat, hotel/akomodasi. Mereka sudah siapkan anggaran rapid tes. Dan sekarang ada aturan ini ? Berarti mereka harus siapkan dana 10 kali lipat? Belum lagi bentrokan aturan harus tes maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

BACA JUGA:

Contoh 1: Wisatawan dari Timika rencana ke Bali 27 Des 2020. Sudah bayar tiket & hotel jauh hari sebelumnya. Berarti mereka tes PCR tanggal 25 Des 2020.

Tanggal 25-26 Des itu libur Natal Pak. Rumah Sakit tidak bisa melayani tes karena libur nasional. Kebayang chaos nya pak?.

Contoh 2 : Wisatawan dari Jakarta rencana ke Bali tanggal 25 Des 2020. 20 orang. Tiket pesawat & hotel sudah dibayar. Mereka sudah siapkan biaya rapid tes Rp. 150,000/orang. Sekarang mereka harus siapkan biaya tes PCR Rp. 30,000,000? Bayangkan kerugian mereka Pak

Helloooooooooo.

10 bulan Bali sudah mati suri.

Ekonomi sudah sekarat. Rakyat menjerit.

Hari ini ada aturan ini. Dadakan. Seolah bapak baru bangun dari tidur panjang lalu memutuskan bikin aturan yang mencekik tak hanya rakyat Bali tapi juga wisatawan domestik yang udah jauh hari mau ke Bali. Anggaran 756 Milyar penanganan Covid-19 kemarin dipake apa aja sih Pak? Berani buka-bukaan Pak?

Udah dulu ya Pak. Ditunggu revisinya.

Jangan lupa bapak bisa duduk di kursi itu karena rakyat. Jangan khianati kepercayaan mereka.

SALAM NASBEDAG SATU PERIODE

Tak ada guna jadi pemimpin kalau bisanya cuma kasi himbauan dan ujung-ujungnya bikin rakyat sengsara. Niluh Djelantik. (ARN)

About Arrahmahnews 29522 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.